Surat Untuk Februari


Palembang, 2 Februari 2017

Sayang…
Tidak terasa, 25 tahun sudah engkau menemani hari-hariku. Engkau selalu ada dikalaku senang ataupun gundah. Engkau tak pernah mengeluh disaatku bawel menyuruhmu dan engkau tak pernah bosan dikalaku membutuhkanmu. Tapi… mengapa akhir-akhir ini engkau terlihat kurang bersemangat? Apakah kau mulai bosan kepadaku? Atau mungkin engkau mulai lelah seiring bertambahnya usiamu?

Sayang…
Tidak kah kau ingat, dikalaku masih belia engkau adalah teman bermainku yang paling menyenangkan. Disaatku sakit engkau selalu berada disampingku, menghiburku, memotivasiku agar kuat melawan penyakit yang aku derita kala itu.
Kau masih ingatkan, waktu itu aku demam tinggi sudah 3 hari tak kunjung sembuh. Lantas kau menyuruhku untuk meminum jamu, iya minum jamu. Apa yang terjadi selanjutnya? Aku muntah. Tapi itu tak berlangsung lama, selang beberapa waktu kemudian demamku turun dan keesokan harinya aku sembuh.

Sayang…
Engkau adalah tempatku mencurahkan seluruh isi hati dan engkau pula tempat yang paling aku percayakan pada setiap rahasia yang ada.
Waktu terus berlalu, kita tak akan bisa mengulangi masa yang lalu. Akankah kita tetap berteman menyongsong masa tua bersama? Akankah kita selalu bersama hingga ajal memisahkan kita? Aku tau, perjalanan hidup masih panjang. Akan banyak rintangan yang akan kita lewati bersama. Cemo’oh orang-orang terhadap kita dan upaya mereka yang ingin menggagalkan mimpi dan cita-cita kita pastilah ada. 

Sayang…
Terimakasih karena sudah menemaniku selama ini.
Terimakasih sayang, aku berjanji tidak akan mengecewakanmu dan akan menjagamu dengan segenap jiwa dan raga.
Untukmu, Taqrim Ibadi.

#SuratUntukFebruari2017 #EigerAdvanture #PecanduBuku

Berburu Beasiswa ke Amerika


Pendidikan merupakan sebuah keharusan diera saat ini. Bahkan pemerintah mewajibkan pendidikan minimal 12 tahun terhitung mulai dari Sekolah Dasar 6 tahun, Sekolah Menengah Pertama 3 tahun dan Sekolah Menengah Atas 3 tahun. Indonesia terhitung sejak tahun 2015 sudah menjadi Negara yang mendukung program MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang membuat masyarakat kita harus bersaing secara global. Ada sisi positif dari program ini yaitu masyarakat kita berlomba-lomba dalam meraih prestasi dan pekerjaan. Tapi, sisi negatifnya bahwa masyarakat kita tidak semuanya siap dengan hal ini, terlebih lagi masyarakat kita masih banyak yang perlu dibenahi. Pengangguran yang setiap tahun terus meningkat, lapangan pekerjaan yang tidak sebanding pertumbuhannya dengan jumlah lulusan akademik.

Bagi mereka yang memiliki ekonomi yang serba berkecukupan katakanlah golongan menengah ke atas untuk pendidikan tentu bukanlah menjadi suatu masalah. Kalangan menengah ke bawah lah yang terseok-seok untuk menyekolahkan anak mereka yang biaya sekolah dan kuliah setiap tahun semakin naik. Mereka yang pekerjaannya tidak pasti tentu sangat sulit untuk mengenyam pendidikan yang memadai. Oleh karena itulah solusi yang disediakan bagi mereka yang kurang mampu ekonominya tetapi memiliki kemauan untuk belajar yang tinggi dibuktikan dengan usaha dan hasil yang didapatkan, beasiswa merupakan sebuah alternatif yang sangat memungkinkan.

Amerika melakukan kerjasama dengan pemerintahan Indonesia dalam ranah pendidikan menyediakan tawaran beasiswa bagi masyarakat Indonesia yang begitu banyak, diantaranya Beasiswa Fulbright. Apa itu Beasiswa Fulright? Seperti yang saya kutip dari materi sosialisasi AMINEF bahwa beasiswa Fulbright adalah beasiswa dari pemerintah Amerika yang dana APBN pendidikan mereka itu untuk mendanai 150 negara lain. Beasiswa ini bekerjasama dengan pemerintah lain seperti di Indonesia bekerjasama dengan Kemenristek Dikti. Beasiswa Fulbright adalah beasiswa bukan hanya bagi warga negara lain tapi juga bagi warga negara Amerika itu sendiri yang ingin melakukan penelitian dan mengajar.

Senator James William Fulbright, mempromosikan ide pertukaran pendidikan dan kebudayaan di tahun 1946 yang dinamakan beasiswa Fulbright dimana nama beasiswa ini diambil dari nama akhir sang pencetus ide. Visi-nya yaitu meningkatkan pengertian antar bangsa demi terciptanya perdamaian dunia. Tapi 7 tahun kemudian, di tahun 1952 beasiswa Fulbright baru ditawarkan di Indonesia.

Alumni penerima beasiswa Fulbright yang ternama di Indonesia diantaranya: Dien Syamsuddin, Anies Baswedan, Juwono Sudarsono, Hasan Shadilly, Ahmad Fuadi, Nur A. Fadhil Lubis, Tian Belawati, Amien Rais, Azyumardi Azra, Azhar Arsyad, Syafi’i Maarif, Mochtar Kusuma-Atmadja, Rizal Mallarangeng, Imam B. Prasodjo.


Beasiswa Fulbright untuk Indonesia itu sendiri ada 3 jenis:

1. Beasiswa untuk S2 dan S3 (Fulbright Master’s and Ph.D)
2. Beasiswa Penelitian (Fulbright Senior Research and Fulbright US-ASEAN initiative)
3. Beasiswa Pengembangan Profesional (Foreign Language Teaching Assistant (FLTA))


Untuk bidang studi, Fulbright menerima semua bidang studi, kecuali: Kedokteran dan Penanganan Pasien (Kedokteran Gigi, Psikologi Klinis dan Keperawatan).

Syarat utama hampir dari semua jenis beasiswa yang disediakan Fulbright yaitu nilai TOEFL. Dimana untuk S2 ITP TOEFL minimal 550, untuk S3 ITP TOEFL minimal 575 dan Basiswa Penelitian minimal 550. Itu merupakan tahap awal untuk seleksi administrasi pertama sebelum dilanjutkan dengan wawancara. Nanti setelah dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa, maka siswa akan melakukan tes kembali kemahiran bahasa Inggris dengan mengikuti ujian TOEFL IBT dan GRE atau GMAT.

Untuk alur dan tahap proses beasiswa dimulai dari pengumpulan berkas, seleksi aplikasi, seleksi wawancara, pengumuman hasil seleksi, nominasi, pengumuman hasil nominasi, orientasi, keberangkatan. Perlu diketahui bahwa beasiswa ini tidak menanggung bagi mereka yang sudah berkeluarga. Jadi Fulbright hanya menanggung semua biaya siswa saja, tidak termasuk keluarga yang mereka bawa ke Amerika, informasi ini disampaikan oleh perwakilan dari AMINEF itu sendiri Ibu Nurisye pada saat sosialisasi di BP2LHK (Badan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang) beberapa hari yang lalu.
Jadi bagaimana? Apakah tertarik untuk mengikuti seleksi beasiswa ini? Untuk informasi lebih lengkah bisa dibaca melalui website www.aminef.or.id atau datang langsung ke kantor mereka di Intiland Tower, Lantai 11 Jl. Jend. Sudirman Kav. 32 Jakarta 10220. Seperti kata orang bijak,”Kuliah ke luar negeri itu sangat mudah, asal tahu caranya”. 

Pada kenyatannya beasiswa yang tersedia itu banyak sekali jika kita telusuri. Jangankan beasiswa dari luar negeri, beasiswa dari dalam negeripun banyak rupanya. Beasiswa beprestasi, beasiswa kurang mampu dan lain sebagainya. Selebihnya kembali ke individu masing-masing, apakah ingin merubah nasipnya menjadi lebih baik atau tetap dengan seperti apa adanya. Saya ingat dengan pepatah lama,’seorang pelaut yang handal, tidak akan terlahir dari laut yang tenang”, artinya ada proses yang harus dilalui untuk mencapai seuatu. Semakin besar usaha yang dia lakukan, akan semakin besar juga peluangnya untuk meraih apa yang dia inginkan. Jelas sekali bahwa,”Hasil tidak akan pernah menghianati usaha”. Hukum sebab akibat masih tetap berlaku hingga saat ini. Apa yang kita usahakan hari ini akan menentukan nasip kita diesok hari.

Scholarship Hunter


Selasa, 24 Januari 2017 saya berkesempatan untuk mengikuti workshop tentang beasiswa Fulbright. Sudah pada tahu kan apa itu beasiswa Fulbright? Jika belum tahu, ayo jangan malas searching ke google atau baca postingan saya sebelumnya "How to Win Fulbright Scholarship".

Sosialisasi dari AMINEF kali ini mengusung tema "Penulisan Study Objective dan Proposal Penelitian Fulbright Scholarship" dimana pada workshop ini dihadiri langsung oleh 2 perwakilan dari AMINEF yaitu mbak Nurisye dan mbak Yenni dan pembicaranya oleh kak Rudi Hartono alumni dari Idiana Unversity USA penerima Fulbright Scholarship.

Banyak hal yang saya dapatkan dari workshop ini yang sebelumnya belum pernah saya baca atau saya dengar dari para pemburu beasiswa. Contoh kasus, mbak Nurisye bercerita "dahulu ada seorang ibu-ibu memasukkan aplikasi untuk beasiswa Fulbright dan setelah di periksa ternyata dia adalah satu-satunya pengirim aplikasi dari sSlawesi untuk study tentang kesehatan. Sebenarnya TOEFL dia tidak terlalu besar hanya sekitar 540. Berhubung dia hanya satu-satunya pengirim aplikasi maka dipanggilah untuk wawancara guna melihat kesiapannya untuk ke Amerika dan sekarang dia lagi study di Amerika." Kesimpulan dari cerita ini sebenarnya mengajarkan kepada kita bahwa "sesuatu jika sudah ditakdirkan menjadi milik kita tidak akan tertukar apalagi diambil orang" yang penting adalah KEMAUAN dan USAHA.

American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) merupakan yayasan nirlaba dwi bangsa yang mengelola Beasiswa Fulbright dan beasiswa Pemerintah Amerika lainnya di Indonesia. Didirikan tahun 1992, dan untuk informasi lengkapnya bisa cek di link berikut: www.aminef.or.id.

Workshop berjalan lancar kurang lebih 2 jam berlangsung dengan tertib. Lokasi Workshop di kantor BP2LHK (Badan Penelitian 2 Lingkungan Hidup Kota) lantai 2. Jumlah peserta yang hadir kurang lebih sekitar 20 orang. Para peserta sangat antusias sekali menyimak materi yang disampaikan oleh pembicara dan pada sesi tanya jawab peserta juga aktif bertanya. Diantara pertanyaan yang dilontarkan, yaitu:

Tanya: Apakah Fulbright Scholarship untuk jenjang pendidikan S3 mengharuskan pelamarnya memiliki LOA (Letter of Acceptance) dari Universitas yang dituju seperti penyedia beasiswa lainnya?
Jawab: Tidak, Fulbright tidak seperti demikian. AMINEF akan membantu calon siswa mencarikan kampus yang cocok untuk mereka sampai diterima.

Tanya: Apakah Fulbright Scholarship meng-cover untuk siswa yang sudah berkeluarga?
Jawab: Fulbright akan membantu mengurus visa keluarga siswa, tapi tidak untuk biaya hidup selama di Amerika. Jadi Fulbright hanya menanggung beban siswa tidak untuk keluarga yang mereka bawa.

Tanya: Bagaimana jika siswa tersebut ketika awal kuliah masih single tapi setelah satu tahun dia menikah. Apakah tetap tidak di-cover oleh AMINEF?
Jawab: Tidak.

Tanya: Apakah sistem penyeleksian calon penerima beasiswa Fulbright digabungkan dari seluruh wilayah Indonesia? Atau seperti apa?
Jawab: Aplikasi yang diseleksi berdasarkan wilayah masing-masing. Karena kenapa? Dari total keseluruhan pelamar beasiswa, 70% itu berasal dari pulau Jawa. Itulah mengapa AMINEF lebih fokus ke daerah-daerah yang masih sedikit jumlah pelamarnya seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan lain-lain.

Terus terang, informasi yang saya dapatkan saat itu banyak sekali. Sampai-sampai saya lupa mereka tadi ngomong apa. Ibarat gelas yang penuh berisi air sudah meluber kemana-mana hehe. Untuk lebih jelas, materi bisa didownload DISINI.

Eitss jangan takut materinya ilegal atau materi palsu. Izin menyebarkan materi sudah saya lakukan sebelum tulisan ini saya buat. Jadi teman-teman boleh share materi tersebut kesiapa saja, kapan saja dan dimana saja. karena materi ini GRATIS TIS TIS TIS.


Foto bersama dengan seluruh peserta workshop

#ScholarshipHunter #LetsBreakTheLimits #FulbrightScholarship

Bertemu Dengan Penulis Buku Ayat-Ayat Cinta

Kali ini Aku ingin berbagi cerita tentang kegiatanku pada hari Minggu, 15 Januari 2017 jam 13.00 sd Selesai di Rumah Makan Pempek Bunda Ratu Km 5 Palembang.

FLP atau singkatan dari Forum Lingkar Pena  merupakan sebuah wadah bagi orang-orang yang ingin mendalami ilmu tulis menulis. Biasanya setiap wilayah ada satu koordinator, dan Aku kebetulan bergabung di FLP wilayah Sumatera Selatan. Sebenarnya saat Aku menulis postingan ini, Aku belum resmi menjadi anggota karena ada beberapa tahapan lagi yang harus Aku lalui bersama peserta lainnya.

Singkat cerita, anggota FLP dari seluruh penjuru Nusantara, tidak sedikit menelurkan penulis-penulis yang fenomenal. Diantaranya: Habiburrahman El Shirazy dan Asmanadia. Bagi pencinta novel Islami, siapa yang tidak kenal mereka? Nama mereka sudah terkenal dimana-mana berkat karya tulisnya bahkan sebagian dari novel yang telah mereka tulis diangkat menjadi sebuah film layar lebar, sebut saja: Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan masih banyak yang lainnya.

Aku waktu itu ikut mendaftar Workshop Kepenulisan dengan tema "Proses Kreatif Novel Fenomenal, Bersama Habiburrahman El Shirazy (Penulis novel Best Seller Ayat-Ayat Cinta 1 & 2). Sekaligus mendaftar sebagai calon anggota FLP KCM IX (Komunitas Cinta Menulis).

Ada banyak materi yang disampaikan oleh kang Abib (begitu sapaan akrab Habiburrahman). Tapi berhubung Aku terlena mendengarkan materi yang disampaikan seolah-olah Aku terhipnotis untuk beberapa waktu mendengarkan kata demi kata yang disampaikan oleh kang Abib sehingga Aku lupa menulis. Tapi tidak apa-apa, karena sebagian intisari dari materi sudah saya tulis. Berikut saya lampirkan, semoga bermanfaat.

==================================
Kunci untuk menulis yaitu banyak-banyak membaca.
Disekolahan diwajibkan membaca 20 buku, kemudian dipresentasikan di depan kelas apa yang telah mereka baca sebelumnya.

Di Amerika Manchaster University perpustakaan mereka 24 jam buka.
Al-Azhar buka jam 8 pagi tutup jam 8 malam.
==================================
Menulis memerlukan modal:
1.niat yang kuat
2.harus punya keberanian untuk menulis (karena tidak semua orang berani tulisannya dibaca orang lain, dikritik orang lain, bahkan berani sampai masuk penjara).

Nulis cerpen pertama kali di Kairo. Di bidang sasra mesir cukup maju.
Perjalanan pribadi dikembangkan mejadi cerita fiktif. "Suatu hari di mekkah."

3.disiplin. penulis produktif dimanapun dia pasti dia orang disiplin.
4. Anda harus punya wawasan tentang apa yang anda tulis dan teknik nulis.
==================================
Penulis yang gagal itu penulis yang merasa sudah full tidak membutuhkan wawasan lagi.

1. Jika anda ingin menulis sebuah cerita yaitu tulislah yang paling anda suka dan paling anda kuasai.

Sebelum nulis harus punya cerita, maksudnya seandainya jika tidak menuliskannya tapi anda mampu menceritakan apa yang akan anda tulis diluar kepala anda. Langkah berikutnya hanya melengkapi cerita.

Selanjutnya anda bikin kerangka karangan.
Tuliskan tentang nama-nama tokoh dan rincian.

Sampai disini 75% selesai. Karena disini bagian yang sulit, ini sudah menjadi cerita karena sudah lengkap.

25% nya disiplin. Itu sisa terakhir yang harus dilakukan.

"DISIPLINKAN WAKTU ANDA."
Jadi penulis itu harus bisa mendisiplinkan diri sendiri.

Ketika nulis fokus nulis, jangan mengkritik. Selesaikan dulu tulisannya nanti ketika telah selesai baru di kritiki dan di edit.
==================================

Ada selogan dari orang bijak,"Jika kamu ingin MENGENAL dunia, maka membacalah. Jika kamu ingin DIKENAL dunia, maka menulislah."


Curhat Colongan

Sumber: Instagram @potret_ranau

Sudah cukup lama blog ini ditinggalkan. Kalau saja blog ini seperti rumah di dunia nyata, mungkin saja tiang penyangganya sudah rapuh dimakan rayap, lantainya berdebu, dan ruangan pengap serta lembab.

Hari ini tidak banyak aktifitas yang Aku lakukan. Pagi-pagi diisi dengan belajar bahasa Inggris sendirian. Sebenarnya jadwal pagi ini belajar bersama dengan teman-teman, tapi entah kenapa mereka pada kompak tidak ada yang datang. Alhasil, belajar sendiri jadinya. "Tapi tak mengapa, semangatku untuk maju mengalahkan segalanya", batinku berucap. Selesai santap siang, Aku kedatangan tamu. Mereka para siswa yang kursus dirumahku, jadwal belajar mereka sebenarnya jam 16.00, tapi berhubung mereka tahu saya hanya berdiam diri di rumah, berbondong-bondonglah mereka untuk datang dan tidak lupa membawa makanan yang banyak haha.

Sebenarnya, pada saat saya menulis ini. Kondisi mata sudah mulai mengantuk. Tapi entah kenapa, mataku tertuju pada pesan teman yang ada pada grub komunitas bahwa dia sedang menulis di blog. Darahku mulai naik, dan tanganku mulai gatal untuk menekan keyboard. Aku tidak mau ketinggalan dong, masa mereka saja yang aktif di blog sedangkan Aku tidak?

Berhubung tulisan ini CURCOL (Curhat Colongan), isinya juga tidak karuan. Jadi, harap dimaklumi saja ya kalau isinya sedikit menyampah haha.

Oiya, tadi saya baca buku "INSPIRING STORIES" dan saya menemukan cukup banyak kata-kata motivasi. Mungkin ini berguna untuk kalian yang membaca terkhusus untuk saya pribadi. Mau tau kata-katanya seperti apa? Mau tau apa tidak? Hayooo, kasih tau tidak ya!!! Tolong dibantu ya...prok prok prok.


"Sukses adalah hal yang terus berkelanjutan. Ia bertumbuh dan berkembang. Ia mencapai satu hal dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk mencapai sesuatu yang lain."
"Bernilai atau tidaknya kita, itu semua tergantung dari apa yang kita lakukan dengan bahan mentah (diri kita) yang telah diberikan oleh Tuhan."
"Semua orang butuh penghargaan, pujian, doronga, dan semangat, termasuk saya sendiri. Karena tanpa motivasi, hidup ini akan terasa mati."
"Satu ons action lebih berharga ketimbang satu ton teori. Bila hal-hal kecil dilakukan dengan setia, serius, dan terus menerus, maka akan membawa pengaruh yang besar. Tindakan kecil untuk membuat perubahan masih lebih baik ketimbang diam dan tidak melakukan apa-apa."
"Sukses didapat ketika seseorang mau melakukan hal yang tidak ingin dilakukan oleh kebanyakan orang."
"Ketekukan dan keuletan memang diperlukan dalam kehidupan. Tanpa keuleten, kesuksesan akan sulit dibangun. Namun, bukan berarti kita melakukan sesuatu tanpa perhitungan. Jika target tampak tidak bisa dicapai, jangan ubah targetnya, tapi ubahlah cara mencapainya."
"Keberhasilan sebenarnya bukan segala-galanya, tapi proses menuju keberhasilan itulah yang adalah segala-galanya. Mengapa? Karena semua orang bisa saja meraih sebuauh kesuksesan. Tapi, untuk mencapai kesuksesan dengan cara jujur, kerja keras, giat dan gigih, tidak semua orang bisa melakukannya."

#Lets Break The Limits