Review Buku Stand Strong


Review Buku STAND STRONG
Oleh Nanda Salfamas

Kenapa saya memberi judul “ijime, dame, zettai” yup, tentu, artinya, no more bullying, forever. Sebetulnya ini merupakan salah satu judul lagu yang sering saya nyanyikan, ternyata, setelah membaca buku ini, makna judul lagu ini sendiri cukup memberikan arti mendalam, terutama secara psikis. Mungkin, bagi kita hanya sebuah judul biasa, tapi tidak bagi mereka yang ‘tidak biasa’. 

Sebetulnya siapa sih Nick Vujinic ?

Nick Vujinic adalah seorang pria yang terlahir tanpa tungkai, tanpa tangan, tanpa kaki, tanpa perlindungan. Lantas apa yang istimewa dari dirinya ? dahulu, dia hanya seorang anak yang tak lepas dari wabah penindasan, bullying, tapi kini, dia adalah seorang ayah yang luar biasa, meski tanpa kesempurnaan, dia bisa ‘menakhlukan dunia’.

Berbicara soal penindasan, sepertinya menjadi salah satu hal paling complicated yang pernah ada, tak usah jauh-jauh melihat nama deretan artis yang pernah merasakan penindasan ketika kecil, saya sendiri pun, ketika masih menempuh pendidikan sekolah dasar, dengan postur badan paling kurus, paling tinggi, kulit hitam, + super duper cengeng hahah , menjadi salah satu bulan-bulanan teman sebaya. bahkan, berlanjut sampai SMP. Mulai dari panggilan “becek “(betina ceking), sampai hal-hal lain yang membuatmu dipermalukan di depan umum, Memang betul,orang yang menjadi tokoh utama akan merasa bahagia melontarkan kata-kata tersebut. Tapi, tidak bagi kami, mencari perlindungan? Mencari tempat berlari? Atau memaki balik ?  kala itu saya betul-betul belum paham apa arti jati diri sebetulnya.

“Ketika seseorang menindasmu, itu bukan tentang dirimu atau kelemahan yang mungkin kau miliki, itu adalah tentang diri mereka sendiri. Jadi, cobalah untuk tidak memasukkannya dalam hari” tips pertama dari Nick

Pertama, Sebetulnya tidak ada strategi dalam menghadapi pelaku penindasan. Upaya yang dilakukan ialah memaksimalkan kekuatan dalam diri dalam menghadapi skenario yang mungkin akan kamu hadapi. Kalaupun ada seseorang penindas yang beraksi, yasalah satu cara awal yang harus disiapkan, tidak perlu memasukkan dalam hati dan pergi dari sana selekas mungkin.

Salah satu yang mungkin akan dicapai oleh seorang korban penindasan dan bullying adalah ; bunuh diri (hah, ga mungkin!) that’s true. Bahkan Nick sendiri pernah mencoba menenggelamkan dirinya dalam bak mandi, ingatlah ketika kamu mencapai titik ini, jangan biarkan orang-orang yang menyiksamu mengambil semangat hidupmu. Mengapa memberikan kuasa itu pada orang lain, jagan biarkan mereka menjauhkanmu dari kehidupan menakjubkan yang telah Allah persiapkan untukmu. Ingat saja, ada kedua orangtua dan keluarga yang masih bisa menerima kamu apa adany, mereka sudah berjuang keras untukmu, lantas kamu mau mengakhirihidupmu begitu saja ? hm...

Kedua, mungkin ketika hal-hal yang dilontarkan kepada kamu sering membuat kamu berfikir “kenapa Allah tidak memberi saya lengkap dan sempurna saja” , justru semakin kamu berfikir, semakin banyak hal negatif yang timbul dan khayalan tentang masa depan makin suram dan buram. Sudah, bangun, lalu hadapi !! hadapi dengan mengendalikan cara menghadapi mereka, bangun pondasi kokoh sebagai mempertahankan diri dari serangan  mereka. Bagaimana ? kalau kamu tenggelam dalam lontaran mereka, kamu akan lupa bahwa masih ada hidup yang lebih indah menanti di depan, kalau kamu pesimis dan ikut terhanyut, kamu akan melewatkan kehidupan yang penuh suka cita, kamu akan melewatkan taraf hidup yang mungkin tak bisa dibayangkan, kamu akan melewatkan sesuatu hal yang disebut dengan membangun keluarga, teman dan relasi, kita hanya tidak tahu hal-hal luar biasa seperti apa yang bisa terjadi dalam hidup kita.

Barangkali orang mengejek karena kamu terlalu tinggi, terlalu kurus, terlalu keriting rambutnya, terlalu hitam dan lain-lain. Tapi, apapun hal yang membuat kita  merasa berbeda, justru bisa menjadi sebuah aset terbesar bagi kita. Dikritik atau dihindari memang meyakitkan. Namun, mengalami rasa sakit itu juga bisa menjadikanmu pribadi yang lebih pengasih, empatik,mengerti dan bersyukur (i love this part so much, ofc!!)

Note : kalo seorang melukaimu , jadilah pribadi yang mengulurkan tangan kepada orang yang terluka. Kalau kau tidak diperlakukan dengan penuh kasih,ubahlah pola itu dengan menawarkan kasih pada orang lain. Kalau tak ada yang berdiri untukmu, jadilah pribadi yang berdiri untuk orang lain. Guys, kalo seorang Nick yang tidak punya tangan dan kaki saja bisa mengatasi penindasan, siapapun pasti bisa menghadapinya. Apa yang terjadi dalam hidup kita itu bukan tentang kesempatan, itu semua tentang pilihan. Saya, kamu, kita, dia , mereka, mungkin TIDAK BISA menghentikan para penindas dan orang-orang yang berfikiran pendek untuk mengatakan dan melakukan hal-hal yang menyakitkan. Tapi, kita punya kuasa untuk MEMILIH cara menanggapinya dan menjalani hidup kita <3

Problem : bagaimana kalau mencari teman dan bergaul dengan mereka walau terkadang kita cenderung memaksa untuk ikut gaul supaya keberadaan kita dianggap ? 

Kebanyakan orang yang tertindas memiliki fikiran negatif tentang diri mereka sendiri, ketika tidak punya teman untuk di ajak bicara, fikiran negatif akan diam-diam akan merayap masuk. Bahkan hal-hal kecil yang tidak meganggu bisa mempengaruhimu. Betul sekali, terkadang untuk menghindari hal itu, cenderung memilih teman yang memungkinkan kita bisa dianggap keberadaannya. Tapi, berpura-pura mengikuti atau menjadi orang lain itu bukan langkah yang bijak loh. Misalnya berlaga jago dan ikut mengatai atau berakata kasar agar orang-orang terkesan, atau ikut hangout beberapa kelompok tertentu supaya dikenal, ikut-ikutan menyukai hobi aneh mereka atau lainnya. Sudah, kamu tidak perlu melakukan hal-hal yang menurutmu salah hanya karena ingin menyesuaikan diri, tidak perlu berpura-pura. Gantikan dengan ini : jadilah begitu nyaman dengan dirimu sendiri agar orang lain juga bisa merasa nyaman dengan dirimu. Ciptakan kehidupan yangmembuatmu begitu bersuka cita sampai mereka ingin turut serta dalam kebahagiaanmu. Jadilah sahabat bagi dirimu sendiri, ampuni kesalahan , kelemahan dan kegagalan. Berbaik hatilah terhadap dirimu sebagai gantinya, terus fokus pada hal-hal baik.

Ketiga, setelah kamu berdamai dengan dirimu, kamu harus bertanggung jawab atas dirimu supaya para penindas tidak memiliki kuasa atas dirimu. 

•Duduklah di kursi kemudi : sebuah kiasan tentang menerima tanggung jawab untuk menjadi kekuatan penggerak dalam hidupmu sendiri. Kamu harus memanfaatkan kuasa yang ada dalam dirimu untuk menciptakan hidup yang kau inginkan. 
•Tentukan ke mana kau akan pergi dan tetaplah di jalan itu : kamu bertanggung jawab untuk bisa mencapai ke tempat yang hendak kau tuju
•Isi bensinmu : mencari tahu apa yang membuat motormu berjalan, apa yang membuatmu bersemangat, dan apa yang membuatmu terus melaju. Beberapa orang mungkin digerakkan karena kebutuhan terhadap uang, tapi itu bukanlah penggerak yang paling hebat, tapi penting untuk diketahui itulah energi yang menggerakanmu. Sebaliknya, Nick bilang : sebaiknya kita digerakkan oleh IMAN, untuk membuat perbedaan di dunia, gunakan bakatmu untuk beribadah kepada-Nya
•Oper persneling dan Injak Pedal Gas : kita ndak bisa cuma duduk dan menunggu orang lain untuk memutuskan, apa nih yang harus saya lakukan kedepan. Kamu harus buat keputusan, dan yang lebih penting, menindaklanjutinya. Bukan sekadar niat omdo, tapi dengan realisasi yang nyata dan sadar akan tantangannya. Mana yang lebih gampang ditembak ? bebek yang sedang diam atau kelinci yang berlari ? kalau mereka mencari target yang akan dipukuli, pilihan terakhir mereka pastilah target yang tidak bisa diam, seseorang yang sudah mengoper persneling dan menginjak pedal gas ternyata sudah melaju di jalan hidup menuju baik
•Periksa kaca spion dan GPS : saat kita sudah yakin dengan pilihan kita, perlu juga untuk memeriksa kompas untuk memastikan berada pada jalur yang benar. Allah sangat sayang pada hamba-Nya, kita perlu merawat diri kita sebagai bentuk syukur atas karunia Allah untuk kita. That’s Nick’s word

Keempat, ciptakan zona aman ! kamu bertanggung jawab atas kebahagiaanmu sendiri, kamu bisa ciptakan zona aman, tak ada penindas, anggaplah itu sebagai tempat berlindung. The point is, zona nyaman sebaiknya hadir dan tersedia dalam fikiran kamu. Kamu bisa pergi ke sana untuk merasa nyaman dengan dirimu sesungguhnya setiap kali kamu menjumpai ancaman atau pengalaman buruk dalam bentuk apapun

Lantas, bagimana menciptakan zona nyaman ?

Answer this question

•Apa yang orang lain katakan tentang hal yang mereka sukai dari dirimu ?
•Apa yang membuatmu sering dipuji guru, orang tuadan teman ?
•Hal apa yang paling kau sukai dan kau nikmati melakukannya ?
•Apa yang dapat melegakan jiwamu dan merebut perhatianmu secara mental dan fisik sampai kau tidka menyadari hal itu ?
•Apa masa depan yang paling mungkin kau bayangkan untukmu ?
•Siapa yang menyayangimu secara tulus tanpa pamrih ?
•Ayat suci, musik, film, buku , karya seni, foto, hewan peliharaan atau kegiatan apa yang bisa membuatmu melupakan masalah dan kekhawatiran serta memberimu ketentraman ?
•Hal apa yang sangat kau sukai sampai kau mau melakukannya seumur hidup ? bagaimana kau memperoleh nafkah dengan melakukannya ?
•Apa hal terbaik yang pernah orang lakukan untukmu ? bagaimana kau bisa melakukan hal yang sama bagi orang lain ?
•Sahabat atau anggota keluarga mana saja yang membutuhkan semangat ? bagaimana kamu berkomunikasi dengan orang itu ?
•Seperti apa rasanya menjadi bagian dari zona nyaman orang lain ?
•Bagaimana iman dan ibadahmu kepada Allah saat ini ? apa doa yang paling manjur ketika kamu merasa tertekan atau takut ?

Just believe, Allah sudah punya skenario indah untuk hidupmu, dan itulah zona nyaman terbesarmu

Nick ini sendiri sebetulnya simple sekali, memprioritaskan seluruh hidupnya untuk beribadah, dengan keimanan, ketenangan jiwa, fikiran positif dan semua hal baik akan datang dengan sendirinya, pelajaran yang berharga sekali untuk saya ketika membaca ini, beul-betul saya sendiri pun terkesima dengan tulisan Nick dalam buku ini, notabene seluruh poin yang dia jelaskan adalah bagaimana menyelasaikan seluruh persoalan hidup itu cuma satu : mendekatlah kepada penciptamu, ketika kamu menambah benteng iman, Allah akan memberi solusi. Seorang yang tidak punya tungkai, dengan bermodal keimanan saja bisa berkeliling dunia, hidup bukan melulu soal uang dan bagaimana menghasilkan uang sebanyak mungkin, tapi sudah sedekat apa hubungan kita dengan Allah. (aaa love this word) 

Sedikit cerita juga, kemarin ketika saya menyelesaikan membaca buku ini, saya tidak sengaja bertemu dengan salah seorang yang cukup lama terkena penindasan di kampus, awalnya saya juga tidak begitu peduli dengannya, cukup mengenal namanya saja ya sudah cukup begitu. Tapi,setelah saya membaca buku ini sendiri, wow, apa yang dikatakan oleh Nick betul-betul benar, percaya atau tidak percaya, semua orang punya potensi besar menjadi seorang penindas, walaupun kamu berlatar belakang pendidikan yang cemerlang, tidak akan lepas dari keinginan untuk menindas, dia bercerita akan keinginan nya untuk berhenti kuliah dan bunuh diri, saya sedikit tertegun mendengar berat mental yang dia ceritakan, betapa sebuah kata yang kita ucapkan bisa menjadi senjata yang amat tajam untuk orang lain. Saya juga suguhkan review ini untuk dia, semoga bisa menjadi solusi ya teman ^^ 

Berbicara soal teman. Point kelima yang disampaikan Nick cukup umum dan wajib untuk kita pahami. Apakah kita sudah punya teman-teman yang menopang ? menopang dalam artian teman-teman yang dapat membantu kamu mengembangkan seluruh potensi dirimu. Kamu ingat-ingat lagi teman-teman disekelilingmu, baik yang memberi pengaruh besar, sampai yang paling sering menghabiskan waktu bersama denganmu, dari masing-masing mereka, ajukan pertanyaan ini :

•Apakah kami saling menghormati ? kenapa ?
•Apakah kami saling mempercayai ? kenapa ?
•Apakah orang ini bisa mendorongku ?
•Apakah hubungan kami bisa membuatku ingin menjadi orang lebih baik ?
•Kalau ada seorang penindas atau bullying, apa dia akan membelaku ?
•Apa yang bisa kupelajari darinya ?
•Apakah aku perlu menjadi sahabat yang lebih baik baginya, atau apakah aku sebaiknya mundur ?
•Apakah dia seorang yang bisa akrab denganku dalam waktu lama ?
•Apakah kami berbagi nilai-nilai dasar yang sama ?
•Apakah kami punya pengaruh yang setara  dalam hubungan kami, atau apakah salah satu dari kami lebih tergantung pada yang lain ?
•Apakah dia pernah mendorongku untuk melakukan hal-hal negatif yang tak akan pernah kulakukan jika bukan karenanya ?
•Apakah aku merasa nyaman membicarakan imanku dengannya ?
•Apakah dia  seseorang yang akan merayakan keberhasilanku atau merasa iri karenanya ?

Setelah menjawab petanyaan itu, pelajari kembali responmu. Pertimbangkan kembali untuk mengakrabkan diri dengan orang-orang yang memberimu pengaruh positif dan lebih menjauh dengan yang tidak begitu memberikan hal-hal positif.  (Pada bagian ini saya langsung mengingat quote “ agama seseorang bisa dilihat dari teman dekatnya” atau “ kalau berteman dengan pedagang minyak wangi, ya akan kecipratan bau minyak wangi juga “ mungkin perumpamaan-perumpamaan tersebut menunjukkan urgensi sebuah pertemanan dapat mempengaruhi kita)

Keenam, emosi memang kadang melanda, yakan ? karena itu kamu perlu juga mengendalikan emosi untuk mengatasi penindasan. Kualitas hidupmu sendiri sangat dipengaruhi oleh pilihan yang kau ambil saat merespon perasaanmu. Jadi, saat mungkin kamu begitu kesal dengan ledekan atau lainnya. Ajukan ini pada dirimu sendiri.

•Kenapa sih aku marah?
•Apakah menyerang secara agresif itu merupakan respon terbaik ? apakah itu bisa lebih membantu atau malah merugikan ?
•Apa alternatif yang kumiliki ?
•Apa yang bisa kukatakan untuk menjadikan keadaan lebih baik ?
•Apa yang bisa kukatakan yang akan bermanfaat dalam jangka panjang ?

Wajib untuk dicoba, jangan sampai setelah mendapat hal buruk, kita malah ikut emosi, yuk menjaga kualitas hidup dengan menjaga kualitas emosional

Jadi, teman-teman, kalau nanti ada suatu kondisi dimana kita ditempatkan dalam penindasan, lakukan 

1.Bangun pondasi kokohmu
2.Kenali diri dan potensi kamu
3.Bertanggung jawablah atas hidupmu sehingga penindas tidak punya kuasa atas dirimu
4.Ciptakan zona aman !!
5.Memilih para pendukung dengan tepat
6.Pantau dan kendalikan emosi 
7.LAWAN PENINDASAN DENGAN STRATEGI

Banyak sebetulnya strategi yang bisa kamu gunakan, setelah kamu punya 6 point di atas, kamu siap ke medan perang dan menciptakan strategi untuk melawan para penindas. Banyak hal yang bisa kamu ciptakan misalnya menghindari perkelahian, tetap tenang, tapi yang paling penting harus kamu terapkan ialah : HORMATILAH SANG PENINDAS  ITS CRAZY !!! NOPE !! Beberapa orang menjadi penindas untuk menutupi rasa tidak aman dan kepercayaan diri mereka yang rendah, jadi menghina atau balik merendahkan mereka adalah hal yang memperburuk situasi, cobalah untuk menghormati mereka dan perlakukan dengan sopan. Trust me, it works !!!

Sekian dulu review dari nanda salfamas, semoga bermanfaat, don’t forget, ijime dame zettai !!! yuk menjaga lisan, ucapan, dan perbuatan dan stop menjadi agen penindasan ^^ see yaaaa

Giveaway Book #1


Buku ini akan saya berikan kepada siapa saja, dengan syarat:

1. Mengirim data: nama, umur, alamat, asal sekolah, semester/kelas, akun instagram, no wa, dan alasan kenapa buku ini harus saya berikan ke kamu.
Kirim ke email taqrimibadi19@gmail.com dengan subjek GIVEAWAY BOOK #1

2. Berjanji untuk menjaga dan merawat buku serta menyelesaikan membaca maksimal satu bulan.

3. Berjanji akan mengirimkan review buku maksimal 1 minggu setelah selesai membaca.

4. Jika dalam waktu satu bulan buku tidak selesai dibaca, kamu harus ikhlas jika tim kami akan mengambil bukunya kembali dan akan diberikan ke orang lain yang lebih membutuhkan.

5. Repost foto ini di instagram mu, follow dan tag akun @taqrimibadi dengan menyertakan hashtag:

#budayakanmembaca
#akucintamembaca
#taqrimgivesaway

6. Jangan lupa membaca Basmalah dan berdoa semoga bukunya berjodoh denganmu.

Bagi yang beruntung akan diinformasikan secepatnya. Ketetapan tidak boleh diganggu gugat, syarat dan ketentuan berlaku. Poin penilaian 50% alasan, 30% kelengkapan data yang dikirim, 20% mengikuti aturan.

Pengumuman penerima buku, minimal 1x24 jam setelah foto ini diposting.

#budayakanmembaca #akucintamembaca #taqrimgivesaway

HP Pertama

cdn[dot]images[dot]express[dot]co[dot]uk
Saya ingin bercerita tetang HP Pertama yang saya miliki. Waktu saya kelas 2 SMP tahun 2005 HP belum secanggih seperti sekarang ini. Perusahaan HP yang menguasai pasaran adalah NOKIA, dan HP yang saya miliki adalah NOKIA 3310 warisan dari kakak perempuan saya jreng jreeeng *suara gitar. Kemudian selang beberapa bulan, saya ganti HP dengan merek yang sama namun seri berbeda yaitu NOKIA 3315 haha. Lantas apa bedanya? Bedanya hanya di-ringtone, 3310 ringtone internal dan 3315 ringtone bisa buat sendiri dengan cara mengetik nada.

Dulu HP belum bisa memutar lagu, jadi kalau mau dengar lagu menggunakan NSP (Nada Sambung Pribadi). Kalau ada teman yang memasang NSP, siap-siap HP nya akan selalu berdering karena miscall untuk mendengarkan NSP doang.

Karena saya tinggal di pelosok desa, Suku Ranau yang bermukim di Desa Surabaya Kec.Banding Agung Kab. OKU Selatan Prov. Sumatera Selatan. Sinyalnya juga amat susah karena belum ada tower sinyal di tempat saya tinggal kala itu. Jadi kalau mau menggunakan HP harus memasang tiang antena penangkap sinyal yang tinggi di luar rumah atau duduk dipinggiran Danau Ranau untuk mendapatkan pantulan sinyal dari Provinsi Lampung, miris bukan?

Saya ingat betul, dan masih terbayang jelas dibenakku ketika HP itu mendapat sinyal pertama kali menggunakan tower di rumah dan orangtua menelpon keluarga yang ada di Palembang. Aduuuh gaduh sekali haha, seperti anak kecil yang baru dapat mainan baru, seperti itulah perasaan kami saat itu. Sehingga menelpon tanpa henti sampai larut malam dan berebut ingin memainkan HP. Maklum HP nya cuma satu dan semua orang ingin memainkannya. Kalau ingat momen itu, saya jadi senyum-senyum sendiri. Pulsa HP jaman dulu tidak ada yang 5rb atau 10rb-an. Paling murah 50rb, 100rb dan 200rb.

Jaman dulu, orang yang sudah punya HP itu keren sekali. Sehingga nada dering harus MAKSIMAL. Supaya ketika ada yang menelpon atau sms orang=orang pada tau kalau kita punya HP *mmmm leh juga.

Mengirim foto juga tidak bisa dengan NOKIA 3310. Hanya gambar hitam putih atau membeli gambar dengan harga sekitar 2rb-5rb. Harga yang cukup mahal jaman itu. mengirim gambar menggunakan fasilitas MMS, ini sebelum kenal dengan teknologi infrared. Masih sangat jadul sekali.

NOKIA 3310/3315, HP super canggih dan bandel. Kalau dilemparkan ke Anj*ng, HP nya tidak kenapa-napa justru anj*ng nya yang lari tunggang langgang. Kalau masuk ke dalam bak mandi, cukup dibongkar dan dikeringkan menggunakan lap atau kipas atau masukan kedalam beras, kemudian akan hidup kembali. Sekarang sudah sulit mencarinya, kalaupun ada mungkin punya kolektor HP jadul. Meskipun saat ini sudah ada NOKIA 3310 versi terbaru tahun 2017, tapi NOKIA 3310 jaman dulu lebih berkesan, lebih bandel, dan penuh dengan cerita yang tidak mungkin dilupakan.



Taqrim Ibadi
Coretan #PenulisPemula

Pramuka Dalam Kenangan


Terakhir menggunakan pakaian pramuka tahun 2009 dan sekarang 2017. Tak terasa sudah 8 tahun berlalu tapi seolah baru kemarin. Banyak cerita yang sampai detik ini masih terbayang jelas dibenakku ketika mengikuti pramuka. Terutama cerita horror Hiking Malam saat masih Penggalang.

Hari itu tidak seperti biasanya, karena saya dan teman-teman akan mengikuti Haking Malam di sekolah. Pada saat jam 01.00AM saya dibangunkan untuk apel malam sekaligus mulai berjalan dikegelapan malam. Karena satu dan lain hal, saya berjalan sendirian yang jarak perjalanan sekitar kurang lebih 1km, rute yang saya lewati tepat ditengah area pekuburuan tua.

Seperti anggota lain pada umumnya, saya berjalan santai diterangi cahaya rembulan kala itu. Sesekali terlihat pantulan cahaya lilin yang semakin mengecil dari kejauhan. Ketika sedang asik berjalan, saya bertemu dengan seorang kakek berjenggot panjang berwarna putih sampai menyentuh tanah, duduk di pohon kelapa yang telah ditebang sembari memegang tongkat. Dia tersenyum dan sayapun membalas senyumannya. Dalam benakku saat itu, dia hanyalah senior yang sedang berjaga. Tapi setelah beberapa langkah, saya menoleh kebelakang, ternyata sang kakek sudah tak ada lagi.

Bulu kudukku berdiri dan saya berlari sekencang kencangnya. Sampai di pos penjagaan, para senior kebingungan dan bertanya ada apakah gerangan? Saya berkata dengan terbata-bata,"siapa senior yang menjaga dipersimbangan kuburan tadi?" Tapi mereka berkata tidak ada yang berjaga dan meyakinkan bahwa tak ada satupun senior disana karena gelap. Bulu kudukku semakin berdiri.

Benar saja, ketika esoknya saya pulang melalui rute itu, saya tak menemukan pohon kelapa tempat sang kakek duduk semalam. Dalam hati ku bertanya, siapakah dia gerangan? Tanya sana tanya sini, ternyata sore hari sebelum kami Haking ada warga yang baru dimakamkan tempat rute kami lewat dan kuburannyapun masih basah belum kering.

#pramukaindonesia
#ceritanyata
#ceritapenggalang
#hikingmalam

Ketemu Tere Liye


Senin 23 Oktober 2017 di Gedung Akademi Center UIN Raden Fatah Palembang. Saya menghadiri Talkshow Nasional yang pembicaranya seorang penulis terkenal yaitu Darwis Tere Liye atau yang biasa disapa Bang Tere Liye. Pada acara ini Bang Tere berbagi pengalaman dan berbicara seputar kepenulisan. Ada beberapa hal yang saya abadikan dalam book note handphone saya waktu itu.

Tercantum pada eflyer acara dimulai jam 8 tapi sampai jam 8.30 acara belum juga dimulai. Jam 8.35 dimulai dengan tari tanggai sebagai pembukaan acara. Yaah sebagai peserta tentu hal tersebut sangat mengecewakan mengingat acara tidak tepat waktu. Kemudian ada beberapa kata sambutan dari pihak acara kemudian dilanjutkan dengan acara sulap.

Sekitar jam 10, Bang Tere datang dan acara inti dimulai.
Pertanyaan pertama yang dilontarkan moderator adalah sejak kapan suka menulis dan sejak kapan bisa menulis?
Bang Tere bercerita, pernah suatu ketika dia melakukan perjalanan dari Jakarta ke Palembang menggunakan pesawat. Disebelahnya duduk seorang perempuan yang sedang membaca buku karangannya, kemudian terjadi percakapan ringan. Dimana Bang Tere bertanya,"apakah bukunya bagus?", dijawab oleh si-perempuan "Bagus, saya suka buku ini". Dan yang membuat bang Tere ingin tertawa, si-perempuan hanya tau nama si-penulis tanpa tau orang yang menulis buku tersebut.

Menurut Bang Tere, "penulis yang baik dikenal banyak orang adalah tulisannya bukan orangnya". Beliau sudah punya 28 buku, 15 oleh republika dan 13 oleh gramedia. Menulis dari umur 10 tahun sejak SD. Menulis puisi, sajak, cerita pendek kemudian dikirim ke majalah bobo, kuncup, dan lain-lain. Ketika duduk dibangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) semakin rajin menulis dan pada saat SMA (Sekolah Menengah Atas) aktif menulis di koran Lampung Pos. Genre yang beliau tulis tentang remaja. Artikel yang sudah dihasilkan sekitar 45 artikel dan dibayar 75rb/artikel. Hasil dari menulis beliau tabungkan dan dijadikan modal untuk melanjutkan sekolah ke jenjang sarjana. Mulai naik daun setelah novel Hapalan Surat Delisa di filmkan dilayar lebar.

Tips dari Bang Tere bagi yang ingin menerbitkan buku:
1. Pastikan naskahnya sudah selesai,
2. Pastikan sebelum mengirim ke penerbit, riset terlebih dahulu tentang penerbit. Lihat penerbit yang akan menerbitkan jenis tulisan kita.
3. Cari tau tentang penerbit (kualifikasi format penulisan mereka)
4. Pastikan naskahnya sudah bagus. Paragrapnya sudah bagus, tulisannya sudah oke.

Apakah boleh mengirim karya tulis kita lebih dari dua penerbit secara bersamaan?
Menurut Bang Tere, masalah pengiriman, boleh mengirim lebih dari 2 penerbit. Karena menunggu kabar dari tulisan kita apakah akan dimuat atau tidak itu relatif. Ada yang hanya membutuhkan waktu sebentar, tapi ada juga yang membutuhkan waktu cukup lama. Ketika ada penerbit yang sudah akan menerbitkan tulisan kita, kita bisa dengan segera membatalkan terbitan dari penerbit lainnya. Tidak semua penerbit itu profesional. Pilihlah penerbit yang profesional. Kalau naskah ditolak penerbit, jangan berhenti menulis.

Trik khusus menulis judul yang menarik.
Bagi Bang Tere, deskripsi buku bukan kutipan buku, melainkan sajak. Novel judul Pulang sangant cocok untuk remaja agar lebih semangat. Cerita Bang Tere, novel Sibabi hutan pernah dia temukan penempatan dirak buku bukan pada rak novel melainkan rak hewan dan tumbuhan . Judul itu penting, yang menggugah redaktur. Tapi judul saja tidak cukup, isi dalamnya juga harus bagus.

Kata kunci penulis itu menulis. Bagaimana bisa disebut penulis kalau tidak pernah menulis. Tugas seorang penulis adalah menulis. Menulis itu harus dipaksa. Konsistensi itu harus diasah. Menulis satu huruf satu hari ketika mood lagi tidak bagus itu lebih baik ketimbang tidak menulis sama sekali.

Inspirasi dari mana saja. Cara menulis yg menarik, ketika pembaca merasa dekat dengan realitas dunia nyata. Bagi Bang Tere, menulis adalah hobi. Motivasi menulis karena dia suka. Maka daripada itu perbaiki niatmu.

Cukup sekian review dan catatan kecil dari saya, semoga bermanfaat. Sampai ketemu ditulisan saya selanjutnya.

Taqrim Ibadi
Coretan #PenulisPemula