HP Pertama

cdn[dot]images[dot]express[dot]co[dot]uk
Saya ingin bercerita tetang HP Pertama yang saya miliki. Waktu saya kelas 2 SMP tahun 2005 HP belum secanggih seperti sekarang ini. Perusahaan HP yang menguasai pasaran adalah NOKIA, dan HP yang saya miliki adalah NOKIA 3310 warisan dari kakak perempuan saya jreng jreeeng *suara gitar. Kemudian selang beberapa bulan, saya ganti HP dengan merek yang sama namun seri berbeda yaitu NOKIA 3315 haha. Lantas apa bedanya? Bedanya hanya di-ringtone, 3310 ringtone internal dan 3315 ringtone bisa buat sendiri dengan cara mengetik nada.

Dulu HP belum bisa memutar lagu, jadi kalau mau dengar lagu menggunakan NSP (Nada Sambung Pribadi). Kalau ada teman yang memasang NSP, siap-siap HP nya akan selalu berdering karena miscall untuk mendengarkan NSP doang.

Karena saya tinggal di pelosok desa, Suku Ranau yang bermukim di Desa Surabaya Kec.Banding Agung Kab. OKU Selatan Prov. Sumatera Selatan. Sinyalnya juga amat susah karena belum ada tower sinyal di tempat saya tinggal kala itu. Jadi kalau mau menggunakan HP harus memasang tiang antena penangkap sinyal yang tinggi di luar rumah atau duduk dipinggiran Danau Ranau untuk mendapatkan pantulan sinyal dari Provinsi Lampung, miris bukan?

Saya ingat betul, dan masih terbayang jelas dibenakku ketika HP itu mendapat sinyal pertama kali menggunakan tower di rumah dan orangtua menelpon keluarga yang ada di Palembang. Aduuuh gaduh sekali haha, seperti anak kecil yang baru dapat mainan baru, seperti itulah perasaan kami saat itu. Sehingga menelpon tanpa henti sampai larut malam dan berebut ingin memainkan HP. Maklum HP nya cuma satu dan semua orang ingin memainkannya. Kalau ingat momen itu, saya jadi senyum-senyum sendiri. Pulsa HP jaman dulu tidak ada yang 5rb atau 10rb-an. Paling murah 50rb, 100rb dan 200rb.

Jaman dulu, orang yang sudah punya HP itu keren sekali. Sehingga nada dering harus MAKSIMAL. Supaya ketika ada yang menelpon atau sms orang=orang pada tau kalau kita punya HP *mmmm leh juga.

Mengirim foto juga tidak bisa dengan NOKIA 3310. Hanya gambar hitam putih atau membeli gambar dengan harga sekitar 2rb-5rb. Harga yang cukup mahal jaman itu. mengirim gambar menggunakan fasilitas MMS, ini sebelum kenal dengan teknologi infrared. Masih sangat jadul sekali.

NOKIA 3310/3315, HP super canggih dan bandel. Kalau dilemparkan ke Anj*ng, HP nya tidak kenapa-napa justru anj*ng nya yang lari tunggang langgang. Kalau masuk ke dalam bak mandi, cukup dibongkar dan dikeringkan menggunakan lap atau kipas atau masukan kedalam beras, kemudian akan hidup kembali. Sekarang sudah sulit mencarinya, kalaupun ada mungkin punya kolektor HP jadul. Meskipun saat ini sudah ada NOKIA 3310 versi terbaru tahun 2017, tapi NOKIA 3310 jaman dulu lebih berkesan, lebih bandel, dan penuh dengan cerita yang tidak mungkin dilupakan.



Taqrim Ibadi
Coretan #PenulisPemula

Pramuka Dalam Kenangan


Terakhir menggunakan pakaian pramuka tahun 2009 dan sekarang 2017. Tak terasa sudah 8 tahun berlalu tapi seolah baru kemarin. Banyak cerita yang sampai detik ini masih terbayang jelas dibenakku ketika mengikuti pramuka. Terutama cerita horror Hiking Malam saat masih Penggalang.

Hari itu tidak seperti biasanya, karena saya dan teman-teman akan mengikuti Haking Malam di sekolah. Pada saat jam 01.00AM saya dibangunkan untuk apel malam sekaligus mulai berjalan dikegelapan malam. Karena satu dan lain hal, saya berjalan sendirian yang jarak perjalanan sekitar kurang lebih 1km, rute yang saya lewati tepat ditengah area pekuburuan tua.

Seperti anggota lain pada umumnya, saya berjalan santai diterangi cahaya rembulan kala itu. Sesekali terlihat pantulan cahaya lilin yang semakin mengecil dari kejauhan. Ketika sedang asik berjalan, saya bertemu dengan seorang kakek berjenggot panjang berwarna putih sampai menyentuh tanah, duduk di pohon kelapa yang telah ditebang sembari memegang tongkat. Dia tersenyum dan sayapun membalas senyumannya. Dalam benakku saat itu, dia hanyalah senior yang sedang berjaga. Tapi setelah beberapa langkah, saya menoleh kebelakang, ternyata sang kakek sudah tak ada lagi.

Bulu kudukku berdiri dan saya berlari sekencang kencangnya. Sampai di pos penjagaan, para senior kebingungan dan bertanya ada apakah gerangan? Saya berkata dengan terbata-bata,"siapa senior yang menjaga dipersimbangan kuburan tadi?" Tapi mereka berkata tidak ada yang berjaga dan meyakinkan bahwa tak ada satupun senior disana karena gelap. Bulu kudukku semakin berdiri.

Benar saja, ketika esoknya saya pulang melalui rute itu, saya tak menemukan pohon kelapa tempat sang kakek duduk semalam. Dalam hati ku bertanya, siapakah dia gerangan? Tanya sana tanya sini, ternyata sore hari sebelum kami Haking ada warga yang baru dimakamkan tempat rute kami lewat dan kuburannyapun masih basah belum kering.

#pramukaindonesia
#ceritanyata
#ceritapenggalang
#hikingmalam

Ketemu Tere Liye


Senin 23 Oktober 2017 di Gedung Akademi Center UIN Raden Fatah Palembang. Saya menghadiri Talkshow Nasional yang pembicaranya seorang penulis terkenal yaitu Darwis Tere Liye atau yang biasa disapa Bang Tere Liye. Pada acara ini Bang Tere berbagi pengalaman dan berbicara seputar kepenulisan. Ada beberapa hal yang saya abadikan dalam book note handphone saya waktu itu.

Tercantum pada eflyer acara dimulai jam 8 tapi sampai jam 8.30 acara belum juga dimulai. Jam 8.35 dimulai dengan tari tanggai sebagai pembukaan acara. Yaah sebagai peserta tentu hal tersebut sangat mengecewakan mengingat acara tidak tepat waktu. Kemudian ada beberapa kata sambutan dari pihak acara kemudian dilanjutkan dengan acara sulap.

Sekitar jam 10, Bang Tere datang dan acara inti dimulai.
Pertanyaan pertama yang dilontarkan moderator adalah sejak kapan suka menulis dan sejak kapan bisa menulis?
Bang Tere bercerita, pernah suatu ketika dia melakukan perjalanan dari Jakarta ke Palembang menggunakan pesawat. Disebelahnya duduk seorang perempuan yang sedang membaca buku karangannya, kemudian terjadi percakapan ringan. Dimana Bang Tere bertanya,"apakah bukunya bagus?", dijawab oleh si-perempuan "Bagus, saya suka buku ini". Dan yang membuat bang Tere ingin tertawa, si-perempuan hanya tau nama si-penulis tanpa tau orang yang menulis buku tersebut.

Menurut Bang Tere, "penulis yang baik dikenal banyak orang adalah tulisannya bukan orangnya". Beliau sudah punya 28 buku, 15 oleh republika dan 13 oleh gramedia. Menulis dari umur 10 tahun sejak SD. Menulis puisi, sajak, cerita pendek kemudian dikirim ke majalah bobo, kuncup, dan lain-lain. Ketika duduk dibangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) semakin rajin menulis dan pada saat SMA (Sekolah Menengah Atas) aktif menulis di koran Lampung Pos. Genre yang beliau tulis tentang remaja. Artikel yang sudah dihasilkan sekitar 45 artikel dan dibayar 75rb/artikel. Hasil dari menulis beliau tabungkan dan dijadikan modal untuk melanjutkan sekolah ke jenjang sarjana. Mulai naik daun setelah novel Hapalan Surat Delisa di filmkan dilayar lebar.

Tips dari Bang Tere bagi yang ingin menerbitkan buku:
1. Pastikan naskahnya sudah selesai,
2. Pastikan sebelum mengirim ke penerbit, riset terlebih dahulu tentang penerbit. Lihat penerbit yang akan menerbitkan jenis tulisan kita.
3. Cari tau tentang penerbit (kualifikasi format penulisan mereka)
4. Pastikan naskahnya sudah bagus. Paragrapnya sudah bagus, tulisannya sudah oke.

Apakah boleh mengirim karya tulis kita lebih dari dua penerbit secara bersamaan?
Menurut Bang Tere, masalah pengiriman, boleh mengirim lebih dari 2 penerbit. Karena menunggu kabar dari tulisan kita apakah akan dimuat atau tidak itu relatif. Ada yang hanya membutuhkan waktu sebentar, tapi ada juga yang membutuhkan waktu cukup lama. Ketika ada penerbit yang sudah akan menerbitkan tulisan kita, kita bisa dengan segera membatalkan terbitan dari penerbit lainnya. Tidak semua penerbit itu profesional. Pilihlah penerbit yang profesional. Kalau naskah ditolak penerbit, jangan berhenti menulis.

Trik khusus menulis judul yang menarik.
Bagi Bang Tere, deskripsi buku bukan kutipan buku, melainkan sajak. Novel judul Pulang sangant cocok untuk remaja agar lebih semangat. Cerita Bang Tere, novel Sibabi hutan pernah dia temukan penempatan dirak buku bukan pada rak novel melainkan rak hewan dan tumbuhan . Judul itu penting, yang menggugah redaktur. Tapi judul saja tidak cukup, isi dalamnya juga harus bagus.

Kata kunci penulis itu menulis. Bagaimana bisa disebut penulis kalau tidak pernah menulis. Tugas seorang penulis adalah menulis. Menulis itu harus dipaksa. Konsistensi itu harus diasah. Menulis satu huruf satu hari ketika mood lagi tidak bagus itu lebih baik ketimbang tidak menulis sama sekali.

Inspirasi dari mana saja. Cara menulis yg menarik, ketika pembaca merasa dekat dengan realitas dunia nyata. Bagi Bang Tere, menulis adalah hobi. Motivasi menulis karena dia suka. Maka daripada itu perbaiki niatmu.

Cukup sekian review dan catatan kecil dari saya, semoga bermanfaat. Sampai ketemu ditulisan saya selanjutnya.

Taqrim Ibadi
Coretan #PenulisPemula

Lemon Tea


Menulis itu bagaikan minum es lemon tea ditengah terik matahari. Pelepas dahaga bagi yang kehausan, dan pelepas rindu bagi yang kesepian.

Tampilannya yang segar tak selamanya menyejukan mata. Jika, mata kelilipan. Rasanya yang manis tak selamanya menyehatkan, jika itu kamu. Iya kamu, wanita berkrudung merah muda. Manis sih, tapi sayang sudah ada yang punya.

Hei hei lihat, dia menatap ku.
Kenapa waktu seakan berhenti berputar? Ku merenung beberapa saat, ahaa. Ternyata jam tanganku tak bernyawa.

Ahad, 8 Oktober 2017
KCM X FLP Palembang

Buka Puasa Bersama Ikatan Keluarga Besar Ranau


IKBR (Ikatan Keluarga Besar Ranau) di Palembang @ikbrpalembang , kembali membuat acara untuk menjalin kekeluargaan ditanah rantau. Sebagai ajang silaturrohim, mengenal satu sama lain, dan mempererat tali persaudaraan "Sekhasan Seandanan"

Acara insyaAllah akan dilaksanakan pada:
>Selasa, 6 Juni 2017
>Samping Menara Kampus Bina Husada, bedeng no. 31N warna abu-abu
>Waktu pukul 16.00 s/d 18.40
>Biaya 25ribu/orang

Rundown acara:
16.00 - 18.00: Ramah Tamah
18.00 - 18.30: Buka Bersama
18.30 - 18.40: Sholat Berjamaah
18.40 - ..........: Acara Bebas

Bagi yang tertarik ingin ikut, silahkan menghubungi saudara kami "Taqrim 082257138171" atau IG: @taqrimibadi

Acara akan terasa hampa tanpa kehadiran manak muakhi dari Ranau yang di Palembang.