How to Win a Fulbright Scholarship - AkberPLB79


Jadi ceritanya kemarin Sabtu 20 Agustus 2016 saya ikutan kelas AkberPLB yang ke 79 dengan tema "How to win a Fulbright Scholarship" pembicara Rudi Hartono, M.A salah seorang yang pernah menerima beasiswa Fulbright program EMINEF dan alumni dari Indiana University USA. Sekarang beliau bekerja sebagai dosen di UIGM Palembang mengajar Bahasa Inggris.

Kenapa saya tertarik ikut kelas ini? Saya bercita-cita ingin melanjutkan studi saya targetnya sih insyaAllah tahun depan 2017. Dengan harapan menerima beasiswa karena untuk biaya melanjutkan studi S3 itu tidaklah murah. Jadi saya fikir, apa salahnya saya belajar langsung dengan mereka yang sudah pernah mendapatkan beasiswa, siapa tahu saya bisa dapat tips dan trik dari dia supaya mudah dalam pencarian beasiswa. Saya juga sudah pernah membaca cerita perjalanan kak Rudi dalam mendapatkan beasiswa Fulbright ini di alamat http://indonesiamengglobal.com/2015/05/my-fulbright-scholarship-journey-from-a-to-z/

Satu hal yang saya tanamkan dalam diri saya setelah mengikuti kelas ini, quote dari kak Rudi,"Ada usaha ada hasil", mereka yang pernah mendapatkan beasiswa tidaklah mudah. Ofcourse, siapa sih yang akan memberikan uang secara cuma-cuma untuk membiayai sekolah sesorang jika orang tersebut tidak punya bobot, skill dan perencanaan masa depan? Mereka yang mendapatkan beasiswa usahanya juga tentu sudah maksimal, mereka sudah melakukan DUIT (Do'a, Usaha, Ikhtiar dan Tawakkal). Usaha mereka tidaklah tanggung-tanggung, mereka mencoba mencari beasiswa tidak hanya pada satu tempat karena yang namanya rejeki tidak ada yang tahu dimana letaknya. So, coba saja semua.

Kak Rudi berbicara panjang lebar tentang bagaimana program beasiswa ini, apa saja keuntungannya dan hal apa saja yang membuatnya berbeda dengan program beasiswa yang lain, sebut saja: BUDI, LPDP, dan lain sebagainya.

Apa itu Fulbright?
Berdasarkan kutipan dari wikipedia, Fulbright Program adalah sebuah program Beasiswa untuk pertukaran pelajar internasional untuk sarjana, pendidik, mahasiswa pasca sarjana dan profesional, didirikan oleh Senator Amerika Serikat J. William Fulbright pada tahun 1946 dibentuk saat pasca Perang Dunia Kedua.
J. William Fulbright
Program Fulbright adalah salah satu program beasiswa bergengsi didunia, yang mana program pertukaran pelajar ini beroperasi di lebih dari 155 negara. Tercatat ada 40 (empat puluh) alumni Fulbright berhasil memenangkan Hadiah Nobel, yang pada tahun 2009 diraih oleh Oliver Williamson.

Dalam masing-masing dari 50 negara, Fulbright bi-nasional Komisi ini melaksanakan dan mengawasi program Fulbright. Di negara-negara tanpa Komisi Fulbright tapi itu memiliki program aktif, Public Affairs Section, Kedutaan Besar Amerika Serikat mengawasi Program Fulbright. Departemen Luar Negeri AS Biro Pendidikan dan Kebudayaan sponsor Program Fulbright dari alokasi tahunan dari Kongres AS. Tambahan langsung dan dukungan dalam bentuk berasal dari mitra pemerintah, yayasan, perusahaan, dan lembaga tuan rumah baik di dalam maupun di luar Amerika Serikat.

Apa itu EMINEF?
Untuk penjelasan apa itu eminef dan kapan didirikan, lebih baik simak terlebih dahulu video berikut ini.

Bagi teman-teman yang tidak ikutan belajar langsung dengan kak Rudi tapi ingin sekali mendapatkan ilmunya. Kebetulan saya punya materi yang disampaikan waktu itu, download DISINI.

Kelasnya ramai, sekitar 50 orang yang hadir. Suasananya juga asik, karena pada saat sesi tanya jawab banyak dari peserta yang bertanya, tempat kelasnya juga sangat mendukung di Universitas Bina Darma karena kebetulan tema AkberPLB79 ini tentang pendidikan jadi tempatnya juga masih berkaitan dengan pendidikan. Sedikit berbeda dari kelas Akber biasanya yang terkadang di caffe, tempat fitnes, Gramedia, provider dan tempat umum lainnya.

Do'akan saya ya teman-teman. Supaya tahun depan 2017 apa yang saya inginkan yaitu mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S3 diredhoi oleh Allah swt. Sekarang sih lagi persiapan mempelajari bahasa Inggris untuk meningkatkan skor TOEFL dan menentukan penelitian apa yang akan saya lakukan ketika studi nanti.
Saya dan kak Rudi Hartono setelah kelas selesai

Instagenic Food Content - AkberPLB78


Hai Akberians (*sebutan untuk para peserta), kali ini kelas Akademi Berbagi Palembang mengusung tema "Instagenic Food Content" dengan guru yang keceh kak Nesia dan kak Rangga dari Makan Apa Palembang.

Sudah pada tahu kan apa itu Makan Apa Palembang? Itu loh sebuah akun yang ada di Instagram dengan nama @makanapa.plg dan founder-nya mereka berdua. Cerita punya cerita, mereka berdua ini tidak pacaran loh tapi partner kerja (Sumber: Nesia). Meskipun sering kemana-mana berdua, tapi mereka tidak baper loh ya hehe.



AkberPLB78
Mereka berdua ini memang sudah dekat sejak di bangku kuliah, lulusan Arsitek dari Universitas Sriwijaya dan sekarang bekerja di Interior dan Design. Makan Apa Palembang itu sendiri dibuat pada tanggal 13 Januari 2014, mereka berbagi tentang informasi makanan, pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan makanan, informasi restoran-restoran baik yang baru buka maupun restoran yang telah lama beroperasi di Palembang melaui instagram.

Tetapi tidak terbatas demikian saja, mereka juga tetap berbagi mengenai gaya hidup dan informasi makanan di luar Palembang. Jika di tanya bagaimana prospek Makanapa ini, mereka mengaku telah di undang oleh puluhan pengusaha kuliner untuk mencicipi dan memberi masukan untuk restoran mereka yang kemudian oleh Makanapa di posting ke akun instagram @makanapa.plg

Berkat Makanapa ini juga, mereka berdua sering kali di undang untuk mencicipi makanan gratis tapi ada timbal balik tentunya. Dan menurut mereka jika hanya berfikir untuk makan gratis mending tidak usah membuat hal seperti ini, karena akan membuat malu diri sendiri dan ketidak profesionalan kita.

Tips:
  • Be your self
  • Good Content
  • Networking
Sebelum kita melakukan sesi foto makanan, hal yang tidak kalah penting harus kita lakukan terlebih dahulu yaitu "bangun netwoking", bisa bertanya nama makanan,kenapa membuat makanan ini, dan lain sebagainya. Intinya kita harus menunjukkan ketertarikan kita dengan mereka dan membuat mereka nyaman dengan kita sehingga kedepannya kita bisa saja menjadi partner atau bisa juga menjadi seorang teman.
Sesi penyampaian materi
Kak Nesia dan kak Rangga ini berhubung sudah sering sekali di undang untuk datang oleh pengusaha kuliner mereka menekankan bahwa,"jangan memanfaatkan keadaan, di undang datang untuk mencicipi makanan mereka yang datang 20 orang", *kenapa ga sekalian aja sekampung haha.

Di akun @makanapa.plg founder ketika memposting sebuah gambar, captions-nya menggunakan bahasa Inggris sehingga sering sekali orang bertanya,"kenapa sih kak ketika memposting menggunakan bahasa Inggris? kenapa tidak menggunakan bahsa Indonesia saja?". Pertanyaan ini juga sudah dijawab oleh kak Nesia di kelas AkberPLB78 bahwa mereka ingin Makanapa.plg dikenal orang secara global dan tidak hanya lokal di Indonesia saja tapi mereka ingin memudahkan lebih banyak orang dan yang menikmati bukan hanya orang Palembang tapi harapannya para pendatang dari mancanegara juga.
Sesi peragaan cara memotret makanan
Menghasilkan foto menarik untuk media sosial dengan cara sederhana:
1. Kuasai Gadget yang kamu miliki, maksimalkan gadget, jika perlu gunakan perangkat tambahan.

2. Lighting (pencahayaan), di Makanapa mereka menggunakan natural lighting tidak menggunakan profesional lighting.

Makanapa selalu makan dekat dengan jendela untuk memudahkan pencahayaan ketika akan dipotret. Untuk pencahayaan jangan pilih cahaya yang keras, upayakan cahaya makanan dari samping atau dari belakang makanan.

Replektor, si putih untuk memantulkan cahaya dan yang hitam untuk menambah efek bayangan pada objek. Kemudian kertas alas kue (bolu) bisa dijadikan sebagai alat tambahan.

3. Angle, High Angle, Front Angle dan Top Angle
4. Editing
5. Be Creative

Ketika sesi tanya jawab, ada seorang peserta bertanya kepada kak Nesia,"Kak Nesia dan kak Rangga apakah tertarik untuk membuat usaha kuliner kedepannya?". Kemudian di jawab,"Tentu tertarik dan memang dari dulu sudah mulai belajar usaha di dunia kuliner. Tapi untuk saat ini mungkin menjual jasa terlebih dahulu sekalian mencari modal utuk usaha".

Aturan yang diterapkan Makanapa.plg itu sendiri untuk memposting foto di akun mereka diantaranya: Jika mereka datang ke tempat kuliner dan tertarik untuk memposting, mereka akan memposting 1-2 foto. Tapi jika mereka di undang ke tempat kuliner, mereka akan kenakan biaya dan akan memposting 6-7 foto dari tempat yang menggunakan jasa mereka.

Untuk jadwal posting foto itu sendiri Makanapa awalnya dulu 3 foto sehari, bisa pagi, siang dan malam. Kalau sekarang mungkin sekitar 2 foto, mengingat jadwal kesibukan Kak Nesia dan Kak Rangga begitu padat mengejar deadline kerjaan.

Sesi foto bersama

Buku - Mesir Suatu Waktu


Judul Buku: Mesir Suatu Waktu
Penulis: Dian Nafi dan Rabiah Adawiyah
Penerbit: PT Gramedia Sidiasarana Indonesia
Jumlah Halaman: 124 halaman
Tahun: 2013

Ngalur ngidul disore hari ketemu buku yang beginian lumayanlah buat baca-baca sekalian buat kipas-kipas kalau kepanasan. Aniway, buku ini saya beli seharga 10rb di Transmart OPI Mall - Palembang , meskipun harganya murah tapi informasinya tidak murahan ya gaes.

Buku "Mesir suatu Waktu" isinya hampir sama seperti buku "Catatan harian Dari Negeri Para Nabi" yang sudah pernah saya ulas di blog ini KLIK DISINI

Isinya juga tidak jauh beda masih masalah pengalaman mereka di Mesir. Tapi yang membedakannya, jika buku "Catatan Harian dari Negeri Para Nabi" lebih ke pengalaman penggugah hati baik itu pengalaman penulisnya sendiri atau pengalaman teman penulis atau pengalaman temannya teman penulis dan buku "Mesir suatu Waktu" ini lebih ke pengalaman pribadi penulis selama kuliah di Universitas Al-Azhar - Cairo, dia bercerita bagaimana dia mengunjungi tempat wisata seperti Alexandria , cerita bagaimana pengalaman dia ketika terjadi bentrok di negara Mesir karena suhu politik yang memanas begitu mencekamkan sehingga membuat mereka harus di evakuasi (dipulangkan) ke Indonesia bersama WNI yang ada disana, cerita pengalaman dia bagaimana mengisi hari-hari di mesir dan masih banyak lagi cerita dari si penulis.

Buku ini terdiri dari sembilan bab dan dari tiap-tiap bab membentuk satu cerita tersendiri sehingga bisa dibaca mulai dari bab mana saja. Menariknya dari buku ini, kita bisa menambah wawasan bagaimana cara bertahana hidup, cara bergaul dan cara bagaimana menyelesaikan suatu masalah dengan bantuan orang Indonesia disana tentunya dan buku ini sangat cocok bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di Mesir meskipun informasinya tidak banyak tapi cukup sebagai bayangan seperti apa kehidupan disana dan apa yang harus kita persiapkan sebelum kesana.

Satu hal yang membuat buku ini kurang mengesankan bagi saya karena banyaknya penggunaan "istilah" dalam tulisan atau "bahasa asing" yang tidak semua pembaca memahami. Saya orang yang suka membaca sepintas dengan cepat, sehingga ketika membaca istilah dan bertemu bahasa asing, itu akan membuat saya harus mencari arti dari istilah atau arti dari bahasa asing itu terlebih dahulu sebelum saya melanjutkan membaca.

Bukunya menarik untuk dibaca, dan kasat akan maka perjuangan belajar mandiri keluar dari zona nyaman yaitu jauh dari keluarga. Homesick itu pasti kita rasakan ketika pertama kali merantau jauh dari kedua orangtua apalagi ini jauh dari Negara. Banyak orang yang pulang kembali ke tanah air lantaran tidak tahan dilanda kerinduan dan meninggalkan studinya diluar negeri, tapi banyak pula yang bertahan dan setelah selesai studi diluar negeri baru mereka kembali ke tanah air. Hidup itu pilihan gaes, memilih untuk menjadi seorang pemenang atau menjadi seorang pecundang.

TIPS PERJALANAN ke MESIR
Negara di timur laut Afrika ini menjadi salah satu destinasi wisata populer. Di negara ini wisatawan akan diajak untuk melihat tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur bangunan yang mengagumkan.
Namun perbedaan cuaca, waktu, makanan dan transportasi menjadi permasalahan umum saat melakukan perjanalan ke luar negeri, tidak terkecuali Mesir. Berikut delapan hal penting yang disusun d'Traveler saat berlibur ke Mesir:

1. Perhatikan iklim
Iklim menjadi perhatian yang sangat penting. Anda pun harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat teliti. Mulai dari obat-obatan, pakaian, dan perbekalan lainnya.
Curah hujan hanya empat kali dalam setahun, jadi untuk kelembaban udara di negara ini nyaris tidak ada, alias kering. Iklim seperti ini membuat wisatawan khususnya dari Indonesia harus mempersiapkannya dengan lengkap.
Jangan lupa bawa pelembab supaya kulit Anda bisa menahan iklim kering di Mesir. Lip gloss juga harus masuk dalam bawaan Anda.

2. Datang di musim yang tepat
Memilih musim untuk liburan di Mesir juga sangat diperlukan. Hal ini bertujuan agar liburan Anda tidak terganggu dan nyaman di Mesir. Ada 4 musim yang berlaku di Mesir, yaitu musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur.
Musim panas di Mesir mencapai puncak pada bulan Juni sampai September. Suhu udara saat musim panas bisa mencapai 45 derajat celcius, itu hanya di dataran biasa. Beda dengan di gurun yang panasnya bisa mencapai 50 derajat celcius.
Lain lagi bila musim dingin, di Mesir biasanya akan mulai pada bulan Oktober dan berakhir bulan Februari. Suhu udara pada musim dingin berkisar antara 7-18 derajat celcius.
Bulan Maret-Mei bisa jadi merupakan waktu paling pas utnuk Anda berlibur ke Mesir. Ya, karena pada bulan-bulan tersebut Mesir sudah memasuki musim semi.
Sebenarnya, musim semi di Mesir hampir sama dengan suhu udara di Indonesia. Udara di sana terasa sejuk meski cenderung kering dan tidak lembab. Saat musim semi, suhu udara berkisar antara 20-30 derajat celcius.
jadi, bila Anda berencana traveling ke Mesir ada baiknya mengambil musim dingin atau musim semi. Karena saat musim panas, matahari sangat tidak bersahabat dengan kulit wisatawan Indonesia. Beda dengan turis Eropa yang lebih suka mengisi liburan saat musim panas.

3. Adaptasi dengan makanan
Anda termasuk traveler yang tidak cukup mudah menyesuaikan diri dengan makanan daerah tujuan wisata? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mempersiapkannya sebelum keberangkatan.
Makanan di Mesir identik dengan roti-roti dan bumbunya yang kurang familiar di lidah wisatawan Indonesia. Akan tetapi, tidak ada salahnya bila Anda memberanikan diri mencoba makanan khas Mesir, seperti Tho'miyah dengan roti Isyh.
Kalau sudah sekali mencoba makanan ini, dijamin perut Anda akan kenyang seharian meski hanya menyantap tiga porsi. Untuk urusan harga, Tho'miyah dan roti Isyh hanya sekitar 3 pound atau sekitar Rp 4.700 saja. Dengan harga yang murah ini, Anda sudah bisa mendapatkan menu sehat dan penuh gizi.
Bisa juga Anda mencicipi nasi mandi, makanan khas Yaman dengan lauk ayam atau daging kambing. Karena rasanya mirip dengan nasi uduk, jadi cukup bisa beradaptasi dengan lidah Indonesia. Satu porsi nasi mandi menggunakan setengah potong ayam dengan harga sekitar 20 Pound atau Rp 32.000, kalau pakai daging agak sedikit mahal, sekitar 40 Pound atau Rp 63.000 per porsi.

4. Cari restoran Indonesia
Tetap tidak bisa beradaptasi dengan makanan Mesir? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mencari restoran Indonesia yang ada di Mesir. Anda bisa mencoba jalan-jalan ke Kota Kairo.
Di Mesir terutama Kairo, Anda bisa menemukan banyak warung-warung yang menjual makanan khas Indonesia. Mau soto Kudus, soto Betawi, masakan ala warung Padang, bakso, mie ayam, tempe, ayam penyet, dan kuliner Indonesai lainnya ada di ibukota Mesir ini.
Untuk mempermudah perjalanan Anda, warung-warung Indonesia berada di kawasan Hay Asyir (Distrik 10), Kairo. Di kawasan inilah biasanya warga negara Indonesia terutama mahasiswa Indonesia banyak bermukim.
Kalau mau yang lebih mudah lagi, Anda bisa mengonsumsi mie instan. Anda tidak perlu repot-repot membawa dari Indonesia. Di Mesir sudah ada Baqala atau supermarket yang menjual dari mi kuah dan mi goreng dengna harga 1,5 Pound atau Rp 2.400.

5. Memilih transportasi
Jangan khawatir soal transportasi, ada banyak moda transportasi terutama di Kairo. Di negara ini terdapat transportasi taksi, metro, dan bus.
Taksi di Mesir tidak terlalu mahal, walaupun terkadang ada supir taksi yang "nakal" memainkan argo. Angka kejahatan dengan taksi di Kairo cukup marak setelah revolusi awal tahun 2011 lalu. Jadi, wisatawan harus selektif memilih taksi agar terhindar dari kejahatan.
Metro merupakan moda transportasi paling populer bagi masyarakat Kairo. Mirip KRL di Jakarta dan harga tiketnya hanya 1 Pound atau Rp 1.600. Keteptan Metro cukup bisa diandalkan.
Namun, jangan bepergian sendiri tanpa pendamping atau tour guide jika menggunakan metro. Jangan samakan metro di Kairo dengan Subway di Singapura, Kuala Lumpur, Istanbul atau negara-negara maju lainnya yang sistemnya terintegrasi dengan baik, sehingga wisatawan yang baru berkunjung pun dijamin tidak akan tersesat.
Anda juga bisa memilih bus, angkutan umum yang paling membingungkan karena rutenya yang cukup rumit.

6. Sewa mobil dengan orang Indonesia
Sudah mencoba ketiga transportasi tersebut, ada satu lagi yang dijamin lebih aman dan nyaman, yaitu Rent Car atau penyewaan mobil.
Jika Anda menginap di kawasan Hay Asyir, tanyakan pada mahasiswa yang tinggal di sana tempat penyewaan mobil, sekaligus meminta mereka untuk menjadi guide perjalanan Anda. Untuk penyewaan mobil rata-rata dikenakan harga 300 Pound atau sekitar Rp 470.000 per hari.

7. Cari penginapan di lingkungan orang Indonesia
Bila ingin menginap, sebaiknya Anda memilih kawasan Hay Asyir. Di sini Anda bisa menginap di hotel atau wisma yang dikelola oleh mahasiswa Indonesia. Apalagi, bila mereka tahu Anda wisatawan dari Indonesia bisa mendapat sewa dengan harga yang relatif murah.

8. Perbedaan waktu
Perbedaan waktu antar negara juga akan menimbulkan masalah. Begitupun denga Mesir dan Indonesia yang memiliki selisih waktu 5 jam. Bila tidak punya banyak waktu lama mengelilingi Mesir maka usahakan Anda bisa istirahat dan tidur yang cukup di dalam pesawat, Sekitar 11 jam penerbangan akan mebantu peristirahatan Anda. Jangan sampai selama liburan di Mesir, jetleg menjadi masalah dan mengganggu jadwal libur Anda.

Travel Video and Photograph - AkberPLB75


Pepatah mengatakan,"guru terbaik adalah pengalaman". Ya, itulah yang saya tangkap dari kisah perjalanan guru AkberPLB kali ini. Danny Tumbelaka dan Sutiknyo (mas Bolang) sebuah kolaborasi guru yang sungguh mengagumkan dan sangat disayangkan jika ilmunya tidak kita serap sebanyak mungkin. Mas Bolang atau mas Sutiknyo sudah pernah mengisi kelas AkberPLB sebelumnya mengenai tentang Travel Video dan kali ini pun beliau tetap mengusung topik yang sama hanya saja mungkin bisa dikatakan lanjutan dari kelas dia sebelumnya.

Danny Tumbelaka
Website: dannytumbelaka.wix.com/datum
Email1: dannytumbelaka@me.com
Email2: datumphotog@gmail.com
Phone: +62 812 940 55308

Suktinyo (Tekno Bolang)
Website: lostpacker.com
Phone : +6281371395513
Email : sutiknyo80@yahoo.com
Facebook Pages : lostpacker
Twitter : @lostpacker

Akademi Berbagi Palembang kelas ke-75 dilaksanakan pada hari Jumat 22 Juli 2016 di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang bertepatan dengan acara Festival Sriwijaya ke XXV.

Photo & Video Travel merupakan cara kita untuk mengingat memori perjalanan yang kita lakukan. Photo & Video dapat menceritakan secara visual pengalaman perjalanan kita. Di era digital multimedia video & photo sangat efektif dalam mendeskripsikan perjalanan kita. Bahkan bisa menjadi bukti nyata bahwa benar kita pernah berada disana kala itu berdasarkan video dan photo yang ada.

Pembicara pertama yaitu mas Danny Tumbelaka seorang Photograph yang sudah lama berkecimpung dalam dunia potret memotret. Dia bercerita bahwa pada tahun 1987 dia tidak lulus ujian masuk ke Universitas Negeri, kemudian kabur dari rumah karena masalah internal. Dikemudian hari Tuhan memperkenalkan dia dengan pasangan suami istri yang baik dan mempekerjakan dia sebagai asisten pribadi dengan gaji yang lumayan dan uang hasil gajinya dia kumpulkan untuk membeli kamera, lensa dan lain sebagainya.

Tahun 1988 mulai menekuni dunia photograph kemudian tahun 1990 sudah masuk ke dunia iklan dan ditahun ini juga dia sudah mulai memikirkan untuk keliling dunia.

Tips dari mas Danny tentang Golden Hour,"jika mau memotret diwaktu pagi upayakan sebelum jam 10 dan jika mau memotret diwaktu siang upayakan sebelum jam 3 sore.

Pembicara kedua yaitu mas Sutiknyo (bolang) yang tidak kalah profesional dengan mas Danny. Mas bolang lebih fokus ke travel video tapi bukan berarti masalah photograph dia kesampingkan. Buah hasil dari usahanya menekuni dunia travel video, pemilik blog www.lostpacker.com inipun mulai mendulang penghargaan. Film terbarunya berjudul "Kembara" berhasil menjadi Film Favorit diajang HelloFest2014.

Pada kesempatan kelas ini, mas Bolang mengajarkan tips dan trik dalam memotret dan merekam menggunakan beberapa alat yang biasa dia bawa. Terlalu asik dengan materi yang disampaikan membuat para peserta kelas Travel Video and Photograph lupa sejenak akan waktu yang semakin sore dikala itu sehingga penyampaian materi kurang maksimal karena waktu yang tidak memungkinkan.

Ada dengan video perjalanan?
Kenapa mas Bolang memilih video?
Menurut mas Bolang, cara yang paling mudah untuk menyampaikan suatu pesan yang mudah dicerna dan diterima oleh banyak orang yaitu melaui media video apalagi masyarakat kita pada umumnya masih malas untuk membaca.

Membuat video perjalanan yang menarik
Sebelum kita membuat video atau apapun itu, langkah awal yaitu pastikan didasari oleh passion (kesenangan). Melakukan dan membuat apapun jika dilandasi oleh kecintaan dan kesenangan hasilnya pasti cantik.
  • Salah satu poin yang tidak kalah penting dalam pembuatan video perjalanan yaitu "lokasi". Lokasi bisa dikatakan kunci dari video perjalanan, karena ini lah pesan yang akan disampaikan. Sebelum mengambil gambar, yang harus dipastikan bahwa kita sudah memiliki informasi tentang lokasi yang akan dikunjungi. Tidak hanya itu, faktor pendukung lainnya seperti cuaca, waktu yang tepat, hingga larangan atau etika yang berlaku di lokasi tersebut wajib kita diketahui.
  • Upayakan kita punya waktu untuk menikmati lokasi sebelum mengambil gambar sekitar 5 menit. Amati dengan seksama kira-kira dari sudut mana yang menarik untuk diambil.
  • Melihat referensi dari video tentang lokasi yang sama juga bisa menjadi acuan kira-kira apa saja yang bisa diambil gambarnya.
  • Mas Bolang biasanya mengambil 3 macam sudut gambar untuk satu obyek yaitu long shot, middle shot, dan close shot untuk satu obyek yang sama. Hal ini bertujuan agar saat disunting, editor memiliki banyak stok gambar untuk diracik.
  • Selain kamera, alat lain yang perlu dibawa supaya hasilnya bagus seperti tripod menjadi alat yang wajib dibawa. Tidak seperti pada fotografi, kehadiran tripod sangat dibutuhkan untuk menjaga kestabilan saat mengambil gambar.
  • Mas Bolang lebih suka membawa kamera kecil yang ringan dan ringkas, karena video perjalanan menuntut perpindahan tempat yang cukup sering.
  • Menguasai teknik fotografi akan memberikan nilai lebih saat belajar videografi, karena banyak prinsip-prinsip teknis di fotografi yang sesuai dan bisa dijadikan acuan saat membuat video.
  • Poin penting dari sebuah video adalah cerita. Dari gambar-gambar yang disajikan, pesan apa yang hendak disampaikan. Apakah itu pemandangan Indonesia, semangat yang muncul dari sosok yang direkam, pastikan momen ini tertangkap dengan baik.
  • Penonton video juga perlu diperhatikan. Apakah video perjalanan yang dibuat mengandung gambar-gambar dewasa yang dikhususkan untuk penontn tertentu, atau gambarnya cukup aman dikonsumsi oleh penonton segala usia.
  • Durasi tayang video yang masih nyaman untuk dinikmati khususunya di Indonesia rata-rata 3 sampai 4 menit. Tapi jika ceritanya bagus dan kuat, durasi tayang lebih lama juga tidak jadi masalah.
  • Pastikan materi-materi yang digunakan tidak melanggar aturan yang berlaku dari media tempat kita mengupload semacam privasi atau lisensi. Media Youtube menerapkan aturan yang ketat untuk hal ini. Biasanya materi yang disensor oleh Youtube adalah pada musik.
Di menit-menit terakhir kelas Travel Video and Photograph, mas Bolang memperagakan cara pengambilan gambar dan penggunan beberapa alat untuk hasil yang maksimal seperti tripod dan shoulder rig.

Berikut video KEMBARA karya Sutiknyo (Tekno Bolang)

Travel Cultural and Bloging - AkberPLB74


Kamis, 21 Juli 2016
Akademi Berbagi Palembang kali ini membuka kelas berbarengan dengan acara Festival Sriwijaya XXV, sehingga kelasnya dilaksanakan secara berlanjut selama 4 hari di tempat yang sama, waktu dimulainya sama, tapi dengan guru yang berbeda-beda tentunya.

Kelas Travel Cultural & Blogging, digurui oleh mba Terry Endropoetro. Beliau adalah founder dari NEGERI (kita) SENDIRI bisa cek di website www.negerisendiri.com, seorang Trip Organizer, Penikmat Kuliner, Penulis Perjalanan dan Kuli Desain (katanya). Mba Terry bisa dihubungi melalui:
Email: terry@negerisendiri.com
Twitter: @negeriID
Instagram: @negerikitasendiri
Hp: 081319812589
Suasana kelas Travel Cultural and Blogging
Terus terang, saya bingung untuk menulis review dari materi yang telah mba Terry sampaikan, karena memang materinya dari awal sangat menarik, dengan bahasa penyampaian yang mudah di pahami, dan kelasnya juga cukup ramai. Mba Terry mengajarkan banyak hal tentang perjalanan dan bagaiman menulis hasil dari perjalanan kita pada blog. Melakukan perjalanan kesuatu daerah yang belum pernah kita kunjungi dan menuangkan kisah kita dalam bentuk tulisan merupakan suatu hal yang luar biasa menurut saya, selain kita berbagi informasi untuk mereka yang ingin kesana, kita juga punya kepuasan tersendiri karena dengan begitu sejarah kita telah tercatat dan suatu hari catatan tersebut mungkin akan berguna untuk generasi setelah kita layaknya ilmuan-ilmuan terdahulu. Seandainya mereka tidak menuangkan ide mereka dalam bentuk tulisan atau mendokumentasikan kisah perjalanan dan ilmu mereka mungki kita belum semodern seperti sekarang ini.

Menurut mba Terry, untuk materi yang akan kita tulis di blog ada begitu banyak informasi yang bisa kita ulas dari tempat yang kita kunjungi jika kita punya sifat "selalu ingin tahu".

Tempat ibadah salah satu tempat yang jika kita telusuri menyimpan begitu banyak cerita menarik. Misalnya masjid, kita bisa mengobrol dengan marbot (penjaga masjid) atau masyarakat sekitar, klenteng dan tempat ibadah lainnya bisa kita tanyakan lansung dengan penjaga setempat. Kapan dibangun, oleh siapa, kenapa, bagaimana dan masih banyak informasi yang bisa kita gali lebih jauh lagi.

Jika kita tertarik untuk menulis diblog tentang kuliner. Ketika kita sedang wisata kuliner, tak hanya mencicipi makanan khas, tapi juga upayakan untuk menyaksikan proses pembuatan, mengetahui sejarah, dan latar belakangnya sampai ke penyajiannya. Dengan begitu, kita akan lebih menikmati ketika menyantapnya dan materi yang akan kita tulis tentu lebih banyak, lebih lengkap dan lebih akurat.
Inti dari menulis adalah "Seberapa besar keingintahuan kita dan bagaimana mengolahnya menjadi sebuah tulisan", Terry Endropoetro (2016).
Sedikit mengingat sejarah perjalanan mba Terry, beliau kerja sudah 16 tahun kemudian keluar (resign) pada tahun 2012 akhir. Nabung 5 bulan untuk pergi ke Ambon dan Bandanera. Waktu itu mba Terry minta surat cuti ke atasan dengan tujuan jika cutinya di tolak maka itu akan menjadi alasan utama dia untuk keluar dari tempat dia bekerja saat itu alasannya karena suatu hal, tapi ternyata cuti nya di-izinkan. Pada akhirnya beliau pun tetap memilih keluar dari dunia pekerjaan yang telah lama dia geluti, dan melakukan perjalanan pertama dan terjauh yaitu ke Ambon dan Bandanera.

Mba Terry pernah memenangkan kompetisi blog dalam "Jejak Maha Karya" sebagai pemenang pertama. Pesan mba Terry,"Jika mau ikut kompetisi blogger: serius, jangan menggunakan bahasa singkatan, dan alur cerita harus bagus". Pesannya juga,"Traveler blog tidak semuanya di bayar, ada yang dibayar ada juga yang tidak. Tergantung kita, apakah akan kita ambil tawarannya atau tidak". Mba Terry bercerita, pernah suatu ketika dia ditawari oleh perusahaan X untuk melakukan perjalan, tapi biaya yang diberikan oleh perusahaan X hanya sebatas ongkos keberangkatan dan pulang, sedangkan biaya selama di perjalanan tidak ada dan mba Terry tetap mengambilnya. Tidak lama dari perjalanan tersebut, ada perusahaan Y menawari mba Terry untuk suatu perjalanan dan dibiayai seluruhnya dari ongkos pulang - pergi sampai biaya selama dalam perjalanan, setelah ditanya dapat kontak dia darimana? Ternyata perusahaan Y mendapatkan kontaknya dari perusahaan X. Intinya adalah besar atau kecil rejeki yang kita dapat tetap harus kita sukuri karena janji Tuhan,"akan kutambahi nikmat bagi mereka yang pandai bersukur".

Kebiasaan mba Terry dalam menulis, yaitu membaca tulisannya 2-3 kali sebelum tulisan tersebut diposting. Tujuannya agar mengurangi kesalahan pada penulisan atau mungkin akan ada penambahan atau pengurangan dari segi materi.

Untuk menulis materi blog tentang suatu tempat, kita bisa bertanya langsung dengan penduduk pribumi atau dengan sumber terpercaya. Kemudian untuk melengkapi materi, kita bisa mencari bahannya di internet.

Pesan terakhir dari mba Terry sebelum kelas di tutup,"Untuk menulis, isi dengan hal yang kita sukai." Dengan begitu, ketika menulis kita akan senang dan materinya sudah kita kuasai.
Foto bersama dengan mba Terry
Foto bersama setelah kelas Mba Terry