Puisi Kebimbangan Hati


Kebimbangan Hati
Oleh: Taqrim Ibadi


Jalan beriringan, untuk menggapai suatu tujuan.
Aku, Dia dan Mereka, bukanlah sebagai penentu kehidupan.
Lantas, mengapa hatimu bimbang.

Ku telusuri jalan setapak berharap perjumpaan diujung jalan.
Tapi yang kudapat, seonggok batu bak pangeran.
Lelah memang, bermain dengan ketidak pastian.
Mengajarkanku arti dari kedewasaan.

Lahir, menjadi balita, remaja, tumbuh dewasa, dan menua bersama hinggga ajal memisahkan.
Semua orang menginginkan.
Tapi sayang beribu sayang.
Semua akan menghilang jika waktunya telah datang.

Wahai zat yang Maha membolak balikan hati.
Berikanlah kemantapan hati, agar berakhir sudah penantian ini.

Puisi Rindu Akan Seorang


Rindu Akan Seorang
Oleh: Taqrim Ibadi


Lihat, itu bulan diatas awan
Dia tersenyum menawan tanpa beban
Mengingatkanku pada seorang yang tak kunjung datang
Sosok yang tak pernah ku jumpa
mengukir rindu tiada tara

wajahnya, bak fatamorgana di Gurun Sahara
tampak seperti ada, tapi sebenarnya tak ada

Mungkin,
hati ini terbelenggu dalam ikatan tanpa ruang
Terhubung meskipun ada penghalang

kamu tau?
tak terasa mataku mulai berkaca
setetes air mata cukup menggugah asa

tapi,
itulah adanya
aku disini belajar menjalani hari
dengan berjalan atau berlari

semoga Tuhan mempertemukan kita dikehidupan yang abadi
karena tanpamu, diriku tiada arti

Surat Untuk Februari


Palembang, 2 Februari 2017

Sayang…
Tidak terasa, 25 tahun sudah engkau menemani hari-hariku. Engkau selalu ada dikalaku senang ataupun gundah. Engkau tak pernah mengeluh disaatku bawel menyuruhmu dan engkau tak pernah bosan dikalaku membutuhkanmu. Tapi… mengapa akhir-akhir ini engkau terlihat kurang bersemangat? Apakah kau mulai bosan kepadaku? Atau mungkin engkau mulai lelah seiring bertambahnya usiamu?

Sayang…
Tidak kah kau ingat, dikalaku masih belia engkau adalah teman bermainku yang paling menyenangkan. Disaatku sakit engkau selalu berada disampingku, menghiburku, memotivasiku agar kuat melawan penyakit yang aku derita kala itu.
Kau masih ingatkan, waktu itu aku demam tinggi sudah 3 hari tak kunjung sembuh. Lantas kau menyuruhku untuk meminum jamu, iya minum jamu. Apa yang terjadi selanjutnya? Aku muntah. Tapi itu tak berlangsung lama, selang beberapa waktu kemudian demamku turun dan keesokan harinya aku sembuh.

Sayang…
Engkau adalah tempatku mencurahkan seluruh isi hati dan engkau pula tempat yang paling aku percayakan pada setiap rahasia yang ada.
Waktu terus berlalu, kita tak akan bisa mengulangi masa yang lalu. Akankah kita tetap berteman menyongsong masa tua bersama? Akankah kita selalu bersama hingga ajal memisahkan kita? Aku tau, perjalanan hidup masih panjang. Akan banyak rintangan yang akan kita lewati bersama. Cemo’oh orang-orang terhadap kita dan upaya mereka yang ingin menggagalkan mimpi dan cita-cita kita pastilah ada. 

Sayang…
Terimakasih karena sudah menemaniku selama ini.
Terimakasih sayang, aku berjanji tidak akan mengecewakanmu dan akan menjagamu dengan segenap jiwa dan raga.
Untukmu, Taqrim Ibadi.

#SuratUntukFebruari2017 #EigerAdvanture #PecanduBuku

Berburu Beasiswa ke Amerika


Pendidikan merupakan sebuah keharusan diera saat ini. Bahkan pemerintah mewajibkan pendidikan minimal 12 tahun terhitung mulai dari Sekolah Dasar 6 tahun, Sekolah Menengah Pertama 3 tahun dan Sekolah Menengah Atas 3 tahun. Indonesia terhitung sejak tahun 2015 sudah menjadi Negara yang mendukung program MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang membuat masyarakat kita harus bersaing secara global. Ada sisi positif dari program ini yaitu masyarakat kita berlomba-lomba dalam meraih prestasi dan pekerjaan. Tapi, sisi negatifnya bahwa masyarakat kita tidak semuanya siap dengan hal ini, terlebih lagi masyarakat kita masih banyak yang perlu dibenahi. Pengangguran yang setiap tahun terus meningkat, lapangan pekerjaan yang tidak sebanding pertumbuhannya dengan jumlah lulusan akademik.

Bagi mereka yang memiliki ekonomi yang serba berkecukupan katakanlah golongan menengah ke atas untuk pendidikan tentu bukanlah menjadi suatu masalah. Kalangan menengah ke bawah lah yang terseok-seok untuk menyekolahkan anak mereka yang biaya sekolah dan kuliah setiap tahun semakin naik. Mereka yang pekerjaannya tidak pasti tentu sangat sulit untuk mengenyam pendidikan yang memadai. Oleh karena itulah solusi yang disediakan bagi mereka yang kurang mampu ekonominya tetapi memiliki kemauan untuk belajar yang tinggi dibuktikan dengan usaha dan hasil yang didapatkan, beasiswa merupakan sebuah alternatif yang sangat memungkinkan.

Amerika melakukan kerjasama dengan pemerintahan Indonesia dalam ranah pendidikan menyediakan tawaran beasiswa bagi masyarakat Indonesia yang begitu banyak, diantaranya Beasiswa Fulbright. Apa itu Beasiswa Fulright? Seperti yang saya kutip dari materi sosialisasi AMINEF bahwa beasiswa Fulbright adalah beasiswa dari pemerintah Amerika yang dana APBN pendidikan mereka itu untuk mendanai 150 negara lain. Beasiswa ini bekerjasama dengan pemerintah lain seperti di Indonesia bekerjasama dengan Kemenristek Dikti. Beasiswa Fulbright adalah beasiswa bukan hanya bagi warga negara lain tapi juga bagi warga negara Amerika itu sendiri yang ingin melakukan penelitian dan mengajar.

Senator James William Fulbright, mempromosikan ide pertukaran pendidikan dan kebudayaan di tahun 1946 yang dinamakan beasiswa Fulbright dimana nama beasiswa ini diambil dari nama akhir sang pencetus ide. Visi-nya yaitu meningkatkan pengertian antar bangsa demi terciptanya perdamaian dunia. Tapi 7 tahun kemudian, di tahun 1952 beasiswa Fulbright baru ditawarkan di Indonesia.

Alumni penerima beasiswa Fulbright yang ternama di Indonesia diantaranya: Dien Syamsuddin, Anies Baswedan, Juwono Sudarsono, Hasan Shadilly, Ahmad Fuadi, Nur A. Fadhil Lubis, Tian Belawati, Amien Rais, Azyumardi Azra, Azhar Arsyad, Syafi’i Maarif, Mochtar Kusuma-Atmadja, Rizal Mallarangeng, Imam B. Prasodjo.


Beasiswa Fulbright untuk Indonesia itu sendiri ada 3 jenis:

1. Beasiswa untuk S2 dan S3 (Fulbright Master’s and Ph.D)
2. Beasiswa Penelitian (Fulbright Senior Research and Fulbright US-ASEAN initiative)
3. Beasiswa Pengembangan Profesional (Foreign Language Teaching Assistant (FLTA))


Untuk bidang studi, Fulbright menerima semua bidang studi, kecuali: Kedokteran dan Penanganan Pasien (Kedokteran Gigi, Psikologi Klinis dan Keperawatan).

Syarat utama hampir dari semua jenis beasiswa yang disediakan Fulbright yaitu nilai TOEFL. Dimana untuk S2 ITP TOEFL minimal 550, untuk S3 ITP TOEFL minimal 575 dan Basiswa Penelitian minimal 550. Itu merupakan tahap awal untuk seleksi administrasi pertama sebelum dilanjutkan dengan wawancara. Nanti setelah dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa, maka siswa akan melakukan tes kembali kemahiran bahasa Inggris dengan mengikuti ujian TOEFL IBT dan GRE atau GMAT.

Untuk alur dan tahap proses beasiswa dimulai dari pengumpulan berkas, seleksi aplikasi, seleksi wawancara, pengumuman hasil seleksi, nominasi, pengumuman hasil nominasi, orientasi, keberangkatan. Perlu diketahui bahwa beasiswa ini tidak menanggung bagi mereka yang sudah berkeluarga. Jadi Fulbright hanya menanggung semua biaya siswa saja, tidak termasuk keluarga yang mereka bawa ke Amerika, informasi ini disampaikan oleh perwakilan dari AMINEF itu sendiri Ibu Nurisye pada saat sosialisasi di BP2LHK (Badan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang) beberapa hari yang lalu.
Jadi bagaimana? Apakah tertarik untuk mengikuti seleksi beasiswa ini? Untuk informasi lebih lengkah bisa dibaca melalui website www.aminef.or.id atau datang langsung ke kantor mereka di Intiland Tower, Lantai 11 Jl. Jend. Sudirman Kav. 32 Jakarta 10220. Seperti kata orang bijak,”Kuliah ke luar negeri itu sangat mudah, asal tahu caranya”. 

Pada kenyatannya beasiswa yang tersedia itu banyak sekali jika kita telusuri. Jangankan beasiswa dari luar negeri, beasiswa dari dalam negeripun banyak rupanya. Beasiswa beprestasi, beasiswa kurang mampu dan lain sebagainya. Selebihnya kembali ke individu masing-masing, apakah ingin merubah nasipnya menjadi lebih baik atau tetap dengan seperti apa adanya. Saya ingat dengan pepatah lama,’seorang pelaut yang handal, tidak akan terlahir dari laut yang tenang”, artinya ada proses yang harus dilalui untuk mencapai seuatu. Semakin besar usaha yang dia lakukan, akan semakin besar juga peluangnya untuk meraih apa yang dia inginkan. Jelas sekali bahwa,”Hasil tidak akan pernah menghianati usaha”. Hukum sebab akibat masih tetap berlaku hingga saat ini. Apa yang kita usahakan hari ini akan menentukan nasip kita diesok hari.

Scholarship Hunter


Selasa, 24 Januari 2017 saya berkesempatan untuk mengikuti workshop tentang beasiswa Fulbright. Sudah pada tahu kan apa itu beasiswa Fulbright? Jika belum tahu, ayo jangan malas searching ke google atau baca postingan saya sebelumnya "How to Win Fulbright Scholarship".

Sosialisasi dari AMINEF kali ini mengusung tema "Penulisan Study Objective dan Proposal Penelitian Fulbright Scholarship" dimana pada workshop ini dihadiri langsung oleh 2 perwakilan dari AMINEF yaitu mbak Nurisye dan mbak Yenni dan pembicaranya oleh kak Rudi Hartono alumni dari Idiana Unversity USA penerima Fulbright Scholarship.

Banyak hal yang saya dapatkan dari workshop ini yang sebelumnya belum pernah saya baca atau saya dengar dari para pemburu beasiswa. Contoh kasus, mbak Nurisye bercerita "dahulu ada seorang ibu-ibu memasukkan aplikasi untuk beasiswa Fulbright dan setelah di periksa ternyata dia adalah satu-satunya pengirim aplikasi dari sSlawesi untuk study tentang kesehatan. Sebenarnya TOEFL dia tidak terlalu besar hanya sekitar 540. Berhubung dia hanya satu-satunya pengirim aplikasi maka dipanggilah untuk wawancara guna melihat kesiapannya untuk ke Amerika dan sekarang dia lagi study di Amerika." Kesimpulan dari cerita ini sebenarnya mengajarkan kepada kita bahwa "sesuatu jika sudah ditakdirkan menjadi milik kita tidak akan tertukar apalagi diambil orang" yang penting adalah KEMAUAN dan USAHA.

American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) merupakan yayasan nirlaba dwi bangsa yang mengelola Beasiswa Fulbright dan beasiswa Pemerintah Amerika lainnya di Indonesia. Didirikan tahun 1992, dan untuk informasi lengkapnya bisa cek di link berikut: www.aminef.or.id.

Workshop berjalan lancar kurang lebih 2 jam berlangsung dengan tertib. Lokasi Workshop di kantor BP2LHK (Badan Penelitian 2 Lingkungan Hidup Kota) lantai 2. Jumlah peserta yang hadir kurang lebih sekitar 20 orang. Para peserta sangat antusias sekali menyimak materi yang disampaikan oleh pembicara dan pada sesi tanya jawab peserta juga aktif bertanya. Diantara pertanyaan yang dilontarkan, yaitu:

Tanya: Apakah Fulbright Scholarship untuk jenjang pendidikan S3 mengharuskan pelamarnya memiliki LOA (Letter of Acceptance) dari Universitas yang dituju seperti penyedia beasiswa lainnya?
Jawab: Tidak, Fulbright tidak seperti demikian. AMINEF akan membantu calon siswa mencarikan kampus yang cocok untuk mereka sampai diterima.

Tanya: Apakah Fulbright Scholarship meng-cover untuk siswa yang sudah berkeluarga?
Jawab: Fulbright akan membantu mengurus visa keluarga siswa, tapi tidak untuk biaya hidup selama di Amerika. Jadi Fulbright hanya menanggung beban siswa tidak untuk keluarga yang mereka bawa.

Tanya: Bagaimana jika siswa tersebut ketika awal kuliah masih single tapi setelah satu tahun dia menikah. Apakah tetap tidak di-cover oleh AMINEF?
Jawab: Tidak.

Tanya: Apakah sistem penyeleksian calon penerima beasiswa Fulbright digabungkan dari seluruh wilayah Indonesia? Atau seperti apa?
Jawab: Aplikasi yang diseleksi berdasarkan wilayah masing-masing. Karena kenapa? Dari total keseluruhan pelamar beasiswa, 70% itu berasal dari pulau Jawa. Itulah mengapa AMINEF lebih fokus ke daerah-daerah yang masih sedikit jumlah pelamarnya seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan lain-lain.

Terus terang, informasi yang saya dapatkan saat itu banyak sekali. Sampai-sampai saya lupa mereka tadi ngomong apa. Ibarat gelas yang penuh berisi air sudah meluber kemana-mana hehe. Untuk lebih jelas, materi bisa didownload DISINI.

Eitss jangan takut materinya ilegal atau materi palsu. Izin menyebarkan materi sudah saya lakukan sebelum tulisan ini saya buat. Jadi teman-teman boleh share materi tersebut kesiapa saja, kapan saja dan dimana saja. karena materi ini GRATIS TIS TIS TIS.


Foto bersama dengan seluruh peserta workshop

#ScholarshipHunter #LetsBreakTheLimits #FulbrightScholarship