Seperti Apa Ilmu Yang Bermanfaat?

Foto bersama paman H.Ali Akbar
Masih suasana lebaran Idul Adha. Kenalin, ini paman saya namanya H.Ali Akbar. Beliau yang mengajari saya mengendarai kuda *ehsalah maksudnya mengendarai sepeda motor hehe.

Saya diajari waktu itu kelas 5 SD. Bayangin, sudah berapa lama saya menggunakan ilmu darinya? Selama itu juga amal jariyah yang beliau dapatkan dari saya. Belum termasuk ketika saya mengajarkan ilmunya ke orang lain. InsyaAllah amalnya teruuus mengalir.

Itu baru pahala dari beliau mengajari saya mengendarai sepeda motor. Belum pahala ketika beliau menyuruh saya berpuasa pertama kali waktu itu umur saya kurang lebih 4 atau 5 tahun-an. Kok bisa? Jadi ceritanya dahulu paman saya bisa memasukan foto+bingkai foto kedalam botol minuman Asoka. Singkat cerita saya tertarik ingin belajar, jadi saya di tantang jika ingin mendapatkan ilmu tersebut maka saya harus berpuasa terlebih dahulu selama 3 hari. Maka berpuasalah saya. Setelah puasa selesai, saya menagih janji dan beliau menepati janjinya. Ternyata oh ternyata itu foto+bingkai di masukan satu persatu kedalam botol jadi sejatinya bingkai tidak dimasukan sekaligus tanpa ada unsur magic-nya haha. Dan saya baru sadar ternyata saya di kerjain. Yaah namanya juga anak-anak ya.

Sisi positifnya, alhamdulillah sejak saat itu saya rajin berpuasa dan setiap bulan Ramadhan selalu tutup tidak bolong-bolong ataupun puasa setengah hari.

Saudaraku seiman dan seagama. Ketika kita meninggal dunia hanya 3 hal yang akan kita bawa: 1. Amal jariyah, 2. Ilmu yang bermanfaat, 3. Doa anak yang soleh. MasyaAllah, sungguh beruntunglah ketika seseorang semasa hidupnya ringan tangan membantu sesama, senantiasa mengajarkan ilmunya, bersedekah harta, ilmu dll. IsyaAllah kelak ketika di Yaumil Mahsyar nanti amal tersebutlah yang akan membantunya menuju SurgaNya Allah swt.

Harta Yang Paling Berharga Ketika Hari Raya (Lebaran)

Foto bersama kedua orangtua ketika Idul Adha 1437H
Ketika lebaran datang, tidak ada harta yang paling berharga kecuali bisa berkumpul bersama kedua orangtua. Melihat mereka tersenyum, tertawa dan bercanda bersama. Tidak banyak permintaan mereka, hanya kehadiran kita, anak-anaknya. Mereka tidak meminta harta kita, mereka tidak meminta dibelikan barang mewah dari kita. Tapi yang mereka butuhkan adalah perhatian dan kasih sayang kita. Kepedulian kita ketika dimasa tua mereka. Allahuakbar.

Saudaraku, selagi masih ada kesempatan. Sisihkanlah waktu kita lebih banyak untuk kedua orangtua. Karena berbakti kepada kedua orangtua merupakan bentuk ketakwaan kita kepada Allah swt dan kecintaan kita kepada Rasulullah saw.

Kita ingin sukses? Kita ingin maju? Kita ingin berprestasi? Muliakan dan hormatilah kedua orangtua kita.

Apa itu pejuang?


Ketika mendengar kata "Pejuang" apa yang terlintas di benak kita? Pejuang kemerdekaan kah? Pejuang hak asasi manusia kah? Pejuang pembela kebenarankah? Sangat luas sekali makna kata pejuang. Pejuang identik dengan perang, pejuang identik dengan membela sesuatu yang memang pantas untuk dibela.

Terlepas dari itu semua. Saya teringat sebuah pesan dari Rasulullah saw,"perang yang sesungguhnya adalah melawan hawa nafsu". Peperangan boleh jadi telah usai, tapi perjuangan melawan hawa nafsu tidak ada batasan. Sekali kita kembali tergelincir, saat itu gencatan senjata telah usai.

How to Win a Fulbright Scholarship - AkberPLB79


Jadi ceritanya kemarin Sabtu 20 Agustus 2016 saya ikutan kelas AkberPLB yang ke 79 dengan tema "How to win a Fulbright Scholarship" pembicara Rudi Hartono, M.A salah seorang yang pernah menerima beasiswa Fulbright program EMINEF dan alumni dari Indiana University USA. Sekarang beliau bekerja sebagai dosen di UIGM Palembang mengajar Bahasa Inggris.

Kenapa saya tertarik ikut kelas ini? Saya bercita-cita ingin melanjutkan studi saya targetnya sih insyaAllah tahun depan 2017. Dengan harapan menerima beasiswa karena untuk biaya melanjutkan studi S3 itu tidaklah murah. Jadi saya fikir, apa salahnya saya belajar langsung dengan mereka yang sudah pernah mendapatkan beasiswa, siapa tahu saya bisa dapat tips dan trik dari dia supaya mudah dalam pencarian beasiswa. Saya juga sudah pernah membaca cerita perjalanan kak Rudi dalam mendapatkan beasiswa Fulbright ini di alamat http://indonesiamengglobal.com/2015/05/my-fulbright-scholarship-journey-from-a-to-z/

Satu hal yang saya tanamkan dalam diri saya setelah mengikuti kelas ini, quote dari kak Rudi,"Ada usaha ada hasil", mereka yang pernah mendapatkan beasiswa tidaklah mudah. Ofcourse, siapa sih yang akan memberikan uang secara cuma-cuma untuk membiayai sekolah sesorang jika orang tersebut tidak punya bobot, skill dan perencanaan masa depan? Mereka yang mendapatkan beasiswa usahanya juga tentu sudah maksimal, mereka sudah melakukan DUIT (Do'a, Usaha, Ikhtiar dan Tawakkal). Usaha mereka tidaklah tanggung-tanggung, mereka mencoba mencari beasiswa tidak hanya pada satu tempat karena yang namanya rejeki tidak ada yang tahu dimana letaknya. So, coba saja semua.

Kak Rudi berbicara panjang lebar tentang bagaimana program beasiswa ini, apa saja keuntungannya dan hal apa saja yang membuatnya berbeda dengan program beasiswa yang lain, sebut saja: BUDI, LPDP, dan lain sebagainya.

Apa itu Fulbright?
Berdasarkan kutipan dari wikipedia, Fulbright Program adalah sebuah program Beasiswa untuk pertukaran pelajar internasional untuk sarjana, pendidik, mahasiswa pasca sarjana dan profesional, didirikan oleh Senator Amerika Serikat J. William Fulbright pada tahun 1946 dibentuk saat pasca Perang Dunia Kedua.
J. William Fulbright
Program Fulbright adalah salah satu program beasiswa bergengsi didunia, yang mana program pertukaran pelajar ini beroperasi di lebih dari 155 negara. Tercatat ada 40 (empat puluh) alumni Fulbright berhasil memenangkan Hadiah Nobel, yang pada tahun 2009 diraih oleh Oliver Williamson.

Dalam masing-masing dari 50 negara, Fulbright bi-nasional Komisi ini melaksanakan dan mengawasi program Fulbright. Di negara-negara tanpa Komisi Fulbright tapi itu memiliki program aktif, Public Affairs Section, Kedutaan Besar Amerika Serikat mengawasi Program Fulbright. Departemen Luar Negeri AS Biro Pendidikan dan Kebudayaan sponsor Program Fulbright dari alokasi tahunan dari Kongres AS. Tambahan langsung dan dukungan dalam bentuk berasal dari mitra pemerintah, yayasan, perusahaan, dan lembaga tuan rumah baik di dalam maupun di luar Amerika Serikat.

Apa itu EMINEF?
Untuk penjelasan apa itu eminef dan kapan didirikan, lebih baik simak terlebih dahulu video berikut ini.

Bagi teman-teman yang tidak ikutan belajar langsung dengan kak Rudi tapi ingin sekali mendapatkan ilmunya. Kebetulan saya punya materi yang disampaikan waktu itu, download DISINI.

Kelasnya ramai, sekitar 50 orang yang hadir. Suasananya juga asik, karena pada saat sesi tanya jawab banyak dari peserta yang bertanya, tempat kelasnya juga sangat mendukung di Universitas Bina Darma karena kebetulan tema AkberPLB79 ini tentang pendidikan jadi tempatnya juga masih berkaitan dengan pendidikan. Sedikit berbeda dari kelas Akber biasanya yang terkadang di caffe, tempat fitnes, Gramedia, provider dan tempat umum lainnya.

Do'akan saya ya teman-teman. Supaya tahun depan 2017 apa yang saya inginkan yaitu mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S3 diredhoi oleh Allah swt. Sekarang sih lagi persiapan mempelajari bahasa Inggris untuk meningkatkan skor TOEFL dan menentukan penelitian apa yang akan saya lakukan ketika studi nanti.
Saya dan kak Rudi Hartono setelah kelas selesai

Instagenic Food Content - AkberPLB78


Hai Akberians (*sebutan untuk para peserta), kali ini kelas Akademi Berbagi Palembang mengusung tema "Instagenic Food Content" dengan guru yang keceh kak Nesia dan kak Rangga dari Makan Apa Palembang.

Sudah pada tahu kan apa itu Makan Apa Palembang? Itu loh sebuah akun yang ada di Instagram dengan nama @makanapa.plg dan founder-nya mereka berdua. Cerita punya cerita, mereka berdua ini tidak pacaran loh tapi partner kerja (Sumber: Nesia). Meskipun sering kemana-mana berdua, tapi mereka tidak baper loh ya hehe.



AkberPLB78
Mereka berdua ini memang sudah dekat sejak di bangku kuliah, lulusan Arsitek dari Universitas Sriwijaya dan sekarang bekerja di Interior dan Design. Makan Apa Palembang itu sendiri dibuat pada tanggal 13 Januari 2014, mereka berbagi tentang informasi makanan, pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan makanan, informasi restoran-restoran baik yang baru buka maupun restoran yang telah lama beroperasi di Palembang melaui instagram.

Tetapi tidak terbatas demikian saja, mereka juga tetap berbagi mengenai gaya hidup dan informasi makanan di luar Palembang. Jika di tanya bagaimana prospek Makanapa ini, mereka mengaku telah di undang oleh puluhan pengusaha kuliner untuk mencicipi dan memberi masukan untuk restoran mereka yang kemudian oleh Makanapa di posting ke akun instagram @makanapa.plg

Berkat Makanapa ini juga, mereka berdua sering kali di undang untuk mencicipi makanan gratis tapi ada timbal balik tentunya. Dan menurut mereka jika hanya berfikir untuk makan gratis mending tidak usah membuat hal seperti ini, karena akan membuat malu diri sendiri dan ketidak profesionalan kita.

Tips:
  • Be your self
  • Good Content
  • Networking
Sebelum kita melakukan sesi foto makanan, hal yang tidak kalah penting harus kita lakukan terlebih dahulu yaitu "bangun netwoking", bisa bertanya nama makanan,kenapa membuat makanan ini, dan lain sebagainya. Intinya kita harus menunjukkan ketertarikan kita dengan mereka dan membuat mereka nyaman dengan kita sehingga kedepannya kita bisa saja menjadi partner atau bisa juga menjadi seorang teman.
Sesi penyampaian materi
Kak Nesia dan kak Rangga ini berhubung sudah sering sekali di undang untuk datang oleh pengusaha kuliner mereka menekankan bahwa,"jangan memanfaatkan keadaan, di undang datang untuk mencicipi makanan mereka yang datang 20 orang", *kenapa ga sekalian aja sekampung haha.

Di akun @makanapa.plg founder ketika memposting sebuah gambar, captions-nya menggunakan bahasa Inggris sehingga sering sekali orang bertanya,"kenapa sih kak ketika memposting menggunakan bahasa Inggris? kenapa tidak menggunakan bahsa Indonesia saja?". Pertanyaan ini juga sudah dijawab oleh kak Nesia di kelas AkberPLB78 bahwa mereka ingin Makanapa.plg dikenal orang secara global dan tidak hanya lokal di Indonesia saja tapi mereka ingin memudahkan lebih banyak orang dan yang menikmati bukan hanya orang Palembang tapi harapannya para pendatang dari mancanegara juga.
Sesi peragaan cara memotret makanan
Menghasilkan foto menarik untuk media sosial dengan cara sederhana:
1. Kuasai Gadget yang kamu miliki, maksimalkan gadget, jika perlu gunakan perangkat tambahan.

2. Lighting (pencahayaan), di Makanapa mereka menggunakan natural lighting tidak menggunakan profesional lighting.

Makanapa selalu makan dekat dengan jendela untuk memudahkan pencahayaan ketika akan dipotret. Untuk pencahayaan jangan pilih cahaya yang keras, upayakan cahaya makanan dari samping atau dari belakang makanan.

Replektor, si putih untuk memantulkan cahaya dan yang hitam untuk menambah efek bayangan pada objek. Kemudian kertas alas kue (bolu) bisa dijadikan sebagai alat tambahan.

3. Angle, High Angle, Front Angle dan Top Angle
4. Editing
5. Be Creative

Ketika sesi tanya jawab, ada seorang peserta bertanya kepada kak Nesia,"Kak Nesia dan kak Rangga apakah tertarik untuk membuat usaha kuliner kedepannya?". Kemudian di jawab,"Tentu tertarik dan memang dari dulu sudah mulai belajar usaha di dunia kuliner. Tapi untuk saat ini mungkin menjual jasa terlebih dahulu sekalian mencari modal utuk usaha".

Aturan yang diterapkan Makanapa.plg itu sendiri untuk memposting foto di akun mereka diantaranya: Jika mereka datang ke tempat kuliner dan tertarik untuk memposting, mereka akan memposting 1-2 foto. Tapi jika mereka di undang ke tempat kuliner, mereka akan kenakan biaya dan akan memposting 6-7 foto dari tempat yang menggunakan jasa mereka.

Untuk jadwal posting foto itu sendiri Makanapa awalnya dulu 3 foto sehari, bisa pagi, siang dan malam. Kalau sekarang mungkin sekitar 2 foto, mengingat jadwal kesibukan Kak Nesia dan Kak Rangga begitu padat mengejar deadline kerjaan.

Sesi foto bersama